Massa Gelar Aksi Soroti Kualitas Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias

GUNUNGSITOLI, MATA-PERISTIWA.ID — Aksi damai menuntut jaminan mutu dan kualitas pembangunan Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias kembali digelar di Kabupaten Nias. Setelah berlangsung tiga hari berturut-turut pada pekan lalu, gelombang demonstrasi kembali berlanjut sejak Rabu (30/9/2026) hingga Sabtu (3/10/2026).

Dalam aksinya pada Kamis (1/10/2026), pimpinan aksi Helpin Zebua membeberkan sejumlah temuan dugaan ketidaksesuaian pengerjaan fisik dengan dokumen perencanaan gambar kerja proyek beranggaran APBD Provinsi tersebut.

Duga Kedalaman Bor Pile dan Pondasi Pagar Tak Sesuai Desain

Di hadapan massa aksi, Helpin menyoroti pengerjaan bor pile yang diduga menyimpang dari desain gambar kerja setebal 205 halaman PDF. Ia merinci, terdapat 126 titik bor pile kedalaman 13,4 meter serta 53 titik kedalaman 11,8 meter dari tanah asli yang dinilai perlu dievaluasi ketelitiannya.

Selain itu, ia juga mengkritisi pengerjaan pondasi pagar beton yang tidak dilengkapi dasar pasir urug setebal 10 sentimeter sesuai spesifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Itulah kenapa bulan kemarin pondasi pagar mengalami longsor dan tembok sepanjang 20 meter roboh. Kami menduga kualitas material dan pengawasan di lapangan sangat minim,” ujar Helpin Zebua saat berorasi di lokasi proyek, Kamis (1/10/2026).

Soroti Absennya PPK dan Konsultan Pengawas di Lokasi Proyek

Massa pengunjuk rasa turut mempertanyakan keberadaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim konsultan pengawas yang disebut tak pernah terlihat di lokasi sejak pengerjaan dimulai. Kondisi ini memicu keraguan publik terhadap mutu konstruksi 17 fasilitas utama sekolah, mulai dari gedung aula, asrama, hingga sarana olahraga.

Helpin juga mendesak penerapan keselamatan kerja (K3) melalui kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja.

Hingga berita ini diturunkan, berbagai tuduhan dan dugaan teknis yang disampaikan pihak pengunjuk rasa masih memerlukan klarifikasi resmi, uji petik, serta verifikasi teknis dari PPK, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana proyek SMAN Unggulan Sukma Nias. (S. Zebua/Red)

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *