Unik! Pilkades Digital Serentak Sumedang Diwarnai Head-to-Head Pasutri hingga Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong

SUMEDANG, MATA-PERISTIWA.ID – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital Serentak yang digelar di 92 desa se-Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (28/10/2026), menyajikan fenomena demokrasi yang unik dan menyedot perhatian publik.

Dari total 295 calon kepala desa yang bertarung memperebutkan kepemimpinan tingkat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang mencatat ada tiga pasangan suami-istri (pasutri) yang berhadapan langsung (head-to-head) merebut simpati pemilih. Tak hanya itu, dinamika Pilkades berbasis teknologi ini juga diwarnai kemunculan calon tunggal yang bertarung melawan kotak kosong di dua desa.

Tiga Desa Jadi Panggung Pertarungan Pasutri, Petahana Unggul

Kepala DPMD Kabupaten Sumedang, Widodo Heru Prasetyawan, mengonfirmasi bahwa pertarungan antar-pasutri tersebut terjadi karena berbagai faktor teknis di lapangan, mulai dari minimnya pendaftar hingga kendala administratif pendaftar lain.

“Ada tiga pasangan suami-istri yang bertarung, yakni di Desa Ganjarresik Kecamatan Wado, Desa Sukadana Kecamatan Cimanggung, dan Desa Bongkok Kecamatan Paseh. Suaminya merupakan incumbent (petahana),” kata Widodo saat memberikan keterangan resmi.

Widodo menjelaskan, di Desa Sukadana sejatinya terdapat tiga pendaftar, namun satu kandidat gugur akibat terlambat melengkapi berkas pendaftaran. Sementara di Desa Bongkok, duel pasutri tak terelakkan akibat tidak ada warga lain yang mendaftar hingga batas waktu pendaftaran ditutup.

Salah satu pertarungan pasutri yang paling menarik perhatian terjadi di Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung. Kades petahana, Dadang Supriatna, bertarung head-to-head melawan istrinya sendiri, Ripah Karmini.

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara digital, Dadang keluar sebagai pemenang usai mengantongi 2.306 suara (82 persen), sementara sang istri memperoleh 491 suara.

“Petahana menang telak dari istrinya dengan raihan 82 persen suara. Pelaksanaan Pilkades digital serentak secara umum berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Satpol PP Kecamatan Cimanggung, Didin Wahyudin.

Bacaan Lainnya

Dua Desa Diwarnai Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong

Selain fenomena duel pasutri, DPMD Kabupaten Sumedang juga mencatat dua desa yang hanya memiliki pendaftar tunggal hingga penetapan calon. Kondisi ini membuat calon tunggal harus berhadapan dengan kotak kosong dalam bilik suara digital.

Kedua wilayah tersebut yakni:

  1. Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari.

  2. Desa Cikoneng Kulon, Kecamatan Ganeas.

Meski diwarnai berbagai fenomena unik, pelaksanaan Pilkades Digital di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang dipastikan berjalan lancar, transparan, dan aman berkat efisiensi pemungutan suara berbasis elektronik.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *