SERANG, MATA-PERISTIWA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, terdampak paparan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa sebaran abu vulkanik bergerak dinamis mengikuti arah dan kecepatan angin di kawasan pesisir hingga daratan.
“Tercatat 23 kecamatan di Kabupaten Serang terdampak abu vulkanik. Wilayah penambahan terbaru meliputi Kecamatan Gunungsari, Binuang, dan Tirtayasa,” ujar Ajat Sudrajat dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Kecamatan terdampak lainnya antara lain Anyer, Cinangka, Pabuaran, Ciomas, Mancak, Baros, Padarincang, Petir, Cikeusal, Bandung, Kramatwatu, Puloampel, Cikande, Carenang, Kibin, Kragilan, Pamarayan, Tanara, Bojonegara, dan Tunjung Teja.
Status Siaga Level III dan Kondisi Perairan Selat Sunda
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), meskipun episode erupsi menerus telah mereda, Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan erupsi ringan berkala dengan kegempaan tinggi. Status gunung api saat ini bertahan pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona bahaya radius tiga kilometer dari kawah.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kolom abu membumbung hingga ketinggian 15.000 kaki (sekitar 4,57 kilometer) dan menyebar ke wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.
Meski demikian, BPBD memastikan perairan Selat Sunda tetap terpantau kondusif tanpa ada penunjukan anomali air laut.
“Probabilitas tsunami berada pada kategori rendah di bawah 50 persen. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi pemerintah,” tegas Ajat.
Langkah Mitigasi Lapangan dan Imbauan Kesehatan
Sebagai bentuk respons cepat, tim Pusdalops BPBD Kabupaten Serang membagikan masker medis gratis kepada warga terdampak. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah memasang alat pemantau debu vulkanik di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.
Ajat mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA), iritasi mata, dan risiko jalan licin.
“Gunakan masker serta pelindung mata jika terpaksa beraktivitas di luar. Pastikan jendela dan ventilasi rumah tertutup rapat agar abu tidak masuk ke dalam hunian,” pungkasnya.
(M. Uki)




