KABUPATEN BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Penyelenggaraan ajang olahraga internasional World Boomerang Championships 2026 di Lanud Sulaeman TNI AU dinilai menjadi angin segar bagi perekonomian Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa kejuaraan dunia ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di Lanud Sulaeman. Ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan perekonomian serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengenalan potensi wisata daerah,” ujar Dadang Supriatna, Senin (27/7/2026).
Promosi Destinasi dan Fasilitas Wisata untuk 12 Negara
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memanfaatkan kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan delegasi dari 12 negara peserta untuk mempromosikan ragam destinasi unggulan, kekayaan kuliner, serta fasilitas akomodasi. Langkah ini diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal (length of stay) dan meningkatkan belanja wisatawan.
“Sebagai tuan rumah, kami akan memberikan pelayanan terbaik. Kami informasikan berbagai destinasi wisata, kuliner, hingga fasilitas perhotelan. Harapannya mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga menikmati potensi daerah kami,” tuturnya.
Kejuaraan dunia ini mempertandingkan dua nomor utama, yakni ketepatan (accuracy) dan kecepatan (endurance/speed), dengan diikuti peserta dari belasan negara termasuk tuan rumah Indonesia.
Dongkrak Target PDRB dan Sektor Sport Tourism
Upaya pemanfaatan ajang ini sejalan dengan Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung 2025–2029. Pemkab Bandung menargetkan kontribusi sektor akomodasi serta penyediaan makan-minum terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terus meningkat dari angka 2,35 persen.
Berdasarkan data daerah, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kabupaten Bandung saat ini mencapai 1,58 hari dengan rata-rata pengeluaran Rp324.839 per orang. Kehadiran kontingen internasional diyakini mampu melonjakkan angka tersebut secara signifikan.
“Sirkulasi ekonomi terutama dari dampak sport tourism akan berputar cepat. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah kejuaraan dunia ini,” pungkas Dadang.
(Red)





