BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yapisha Garut kembali menorehkan langkah penting dalam dunia pendidikan tinggi dengan mengukuhkan 75 Sarjana Ekonomi Syariah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-II yang berlangsung khidmat di Wisma Al-Mahdiyyiin, kawasan Jalan Raya Limbangan–Nagreg, Kamis (6/8/2026).
Prosesi akademik yang berlangsung penuh makna tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Tangis haru dan rasa bangga tampak menyelimuti para wisudawan beserta keluarga yang hadir menyaksikan pencapaian tersebut.
Sidang Senat Terbuka diawali dengan prosesi akademik, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STEI Yapisha Garut, hingga pengukuhan para lulusan oleh senat perguruan tinggi.
Ketua Senat STEI Yapisha Garut, Diar Purbaya Basari, S.H., M.H., mengatakan bahwa wisuda merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui mahasiswa dengan penuh dedikasi.
“Perjalanan menempuh pendidikan tinggi membutuhkan kesungguhan, disiplin, dan kerja keras. Hari ini menjadi bukti bahwa usaha tersebut membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa lulusan STEI Yapisha tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjaga moral, etika, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap para alumni menjadi pribadi yang amanah, terus belajar, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” katanya.
Ketua Yayasan Yapisha Garut, Hasan Bisri, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan mutu pendidikan menjadi komitmen utama yayasan. Menurutnya, STEI Yapisha terus melakukan berbagai pembenahan agar mampu berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang semakin maju.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah. Karena itu pengembangan program studi dan peningkatan kualitas akademik terus kami lakukan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Bidang Kemahasiswaan, Leli Heliawati, M.Si., menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di STEI Yapisha dirancang untuk menjangkau masyarakat yang memiliki beragam latar belakang.
Selain mahasiswa reguler, kampus juga membuka kelas karyawan sehingga masyarakat yang telah bekerja tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Isma Noviana, M.E., mengungkapkan bahwa seluruh lulusan diharapkan menjadi duta almamater yang mampu menjaga nama baik kampus di mana pun mereka berkarya.
Ia juga mengajak para alumni untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat jejaring profesional agar mampu bersaing di era global yang semakin kompetitif.
Dengan mengusung sistem pembelajaran hybrid learning, STEI Yapisha Garut terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Kampus yang berlokasi di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, itu kini juga tengah mempersiapkan pengembangan program studi baru sebagai bagian dari peningkatan kualitas kelembagaan.
Wisuda ke-II ini menjadi bukti bahwa STEI Yapisha Garut terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan lulusan berkarakter, profesional dan berwawasan syariah.
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi syariah nasional, kehadiran 75 sarjana baru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi, dunia usaha, serta pengabdian kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan integritas.
Irwi***





