Fenomena “Kursi Kosong”: 8.846 Kursi SD Negeri di Ciamis Tak Terisi, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Fenomena mengkhawatirkan melanda sektor pendidikan dasar di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Data terbaru menunjukkan ribuan kursi di Sekolah Dasar (SD) Negeri tak bertuan akibat minimnya peminat pada masa Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Kondisi ekstrem terlihat di SDN 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, yang tahun ini hanya mendapatkan satu siswa baru. Fenomena ini bukan kasus tunggal, melainkan cerminan dari persoalan sistemik di tingkat pendidikan dasar.

Defisit Kuota: 40 Persen Kursi Kosong

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, dari total kapasitas daya tampung 22.263 kursi yang tersebar di 733 SD Negeri, hanya 13.417 kursi yang terisi. Artinya, tingkat keterisian hanya mencapai 60,27 persen, atau dengan kata lain, sebanyak 8.846 kursi kosong melompong.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengakui bahwa angka ini menjadi catatan evaluasi internal yang sangat serius. “Dari 733 SD Negeri yang membuka pendaftaran, kondisi ini menjadi catatan kritis bagi kami untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh,” ujar Erwan, Minggu (19/7/2026).

Kontras dengan Jenjang SMP

Di sisi lain, potret berbeda terlihat pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Tingkat keterisian di SMP relatif lebih stabil, yakni mencapai 79,24 persen atau 10.311 kursi terisi dari total 13.012 kapasitas yang tersedia di 80 sekolah.

Kesenjangan antara minat di jenjang SD dan SMP ini memunculkan spekulasi mengenai preferensi orang tua, daya saing sekolah, hingga pengaruh demografi penduduk di tingkat desa.

Evaluasi dan Pembenahan Sistem

Meskipun sistem SPMB tahun ini telah menggunakan mekanisme digital yang diklaim lebih transparan dan objektif, rendahnya angka pendaftar di jenjang SD menjadi tamparan keras bagi efektivitas kebijakan pendidikan saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan berkomitmen untuk:

Bacaan Lainnya
  • Memperkuat Edukasi: Memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dasar di sekolah negeri.

  • Pembenahan Sistem: Mengevaluasi letak geografis sekolah dan pola distribusi murid.

  • Transparansi: Mengapresiasi masukan masyarakat sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan SPMB tahun-tahun mendatang agar lebih tepat sasaran.

Publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan sekolah-sekolah negeri di Ciamis tetap relevan dan mampu menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam membekali masa depan generasi penerus bangsa. (HD/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *