Harga Kedelai Naik Tajam, Polisi Buka Mata dan Telinga Soal Dugaan Penimbunan

CIANJUR, MATA-PERISTIWA.IDPolres Cianjur memperketat pengawasan jalur distribusi dan penjualan kedelai di wilayah Kabupaten Cianjur. Langkah tegas ini diambil untuk mengantisipasi praktik penimbunan di tengah melonjaknya harga komoditas kedelai impor akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Minggu (7/6).

Dampak Nyata Bagi Pengrajin Lokal

Kenaikan harga bahan baku ini sangat memukul keberlangsungan usaha mikro di Cianjur. Beban operasional yang membengkak membuat sejumlah pelaku usaha tahu dan tempe berskala kecil dan menengah terpaksa menghentikan aktivitas produksi secara total. Dampak buruknya, banyak buruh pabrik yang kini harus dirumahkan.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menegaskan jajarannya tidak akan segan mengambil tindakan hukum yang tegas dan terukur. Tim khusus segera diterjunkan ke lapangan untuk memantau gudang-gudang penyuplai. Upaya ini bertujuan agar harga kedelai tidak dipermainkan di luar batas kewajaran oleh pihak yang mencari keuntungan pribadi.

Polres Cianjur Buka Talian Pengaduan

Selain melakukan pengawasan mandiri, pihak kepolisian juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat. Para pengusaha dan warga diimbau segera melapor jika menemukan dugaan praktik penimbunan atau permainan harga di wilayah mereka.

Bacaan Lainnya

Keluhan Kopti Cianjur

Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya, mengungkapkan bahwa harga kedelai impor kini telah merangkak naik tajam hingga menembus angka Rp10.500 per kilogram. Kondisi ini membuat para pengusaha terus mengalami kerugian finansial.

Menurut Hugo, persoalan yang dihadapi para perajin saat ini terasa berlipat ganda:

  • Harga Melonjak: Biaya pembelian bahan baku impor naik drastis.
  • Pasokan Tersendat: Distribusi barang di lapangan mulai terhambat.
  • Permintaan Turun: Daya beli masyarakat dan pesanan dari konsumen menurun signifikan.

Para perajin sangat menyambut baik langkah responsif dari Polres Cianjur. Mereka berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengeluarkan kebijakan konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan demi menyelamatkan sektor UMKM yang menjadi penopang ekonomi rakyat. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *