BANDUNG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bandung melalui Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah di Jln. Ranca Sagatan RT 001/001, Kec, Gedebage, Kel. Cisaranten Kidul, Kamis (29/10/2026).
Dengan mengusung semangat “Sehat Hari Ini untuk Masa Depan yang Lebih Baik” serta “Bersama Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Peduli, dan Tangguh”, kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial organisasi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya memperkuat semangat kemanusiaan dan gotong royong.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kota Bandung, serta UPTD Puskesmas Sekejati Kota Bandung.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, AH. Kisnandar, Ketua BKPB MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Rizal, perwakilan Kecamatan Gedebage, Jefriyaris, serta unsur kewilayahan dan pihak terkait lainnya.
Melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, Pemuda Pancasila berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Rachmat Widodo : Pemuda Pancasila Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Ketua Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila Kota Bandung, Rachmat Widodo, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila hadir tidak hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya Rachmat Widodo yang akrab disapa Bejo.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan nilai-nilai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial. Stigma negatif yang berkembang di sebagian pemberitaan media tidak menjadi satu-satunya gambaran tentang organisasi kami. Yang terpenting adalah bagaimana kami terus berbuat baik dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Rachmat Widodo juga menambahkan, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah melalui pelayanan PMI.
“Setetes darah yang kita sumbangkan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang membutuhkan, itu bisa sangat berarti. Karena itu, kami mengajak masyarakat dan seluruh anggota untuk terus menumbuhkan semangat kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, AH. Kisnandar, menyampaikan rencana untuk melanjutkan kegiatan sosial secara berkesinambungan dengan melibatkan 29 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila di Kota Bandung.
“Insyaallah, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong. Dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, kami berharap kegiatan sosial serupa dapat diperluas melalui 29 PAC sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran Pemuda Pancasila,” jelasnya.
Soroti Keluhan Warga, Minta Pemerintah Turun Langsung ke Lapangan
Selain menyampaikan komitmen organisasi dalam kegiatan sosial, AH. Kisnandar turut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kota Bandung, khususnya Wali Kota Bandung, agar lebih aktif melihat kondisi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, kebijakan pemerintah harus didasarkan pada kondisi riil masyarakat, bukan semata-mata pada laporan administratif atau data yang belum sepenuhnya menggambarkan keadaan warga di lapangan.
“Saya berharap pemerintah, khususnya Bapak Wali Kota Bandung, bersedia turun langsung melihat kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, hingga memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang berhak,” katanya.
Ia juga menyoroti keluhan sebagian masyarakat di sejumlah kelurahan terkait pengelompokan desil yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi mereka.
Menurut AH. Kisnandar, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius melalui evaluasi, verifikasi, dan pembaruan data agar bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan justru tidak mendapatkannya karena data atau pengelompokan desil yang belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah perlu membuka ruang pengaduan, melakukan verifikasi ulang, dan memastikan pembaruan data berjalan secara objektif serta transparan,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan kelurahan semakin diperkuat agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkeadilan.
“Bagi kami, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan hanya melihat angka dan data, tetapi lihat juga kenyataan yang dihadapi warga. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
Jefriyaris: Kolaborasi Menjadi Kunci Pelayanan kepada Masyarakat
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Gedebage, Jefriyaris, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kegiatan sosial yang melibatkan organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan berbagai lembaga pelayanan publik.
“Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah merupakan bentuk kepedulian yang positif. Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan lembaga kesehatan seperti ini perlu terus didorong karena dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan hari jadi organisasi, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat budaya saling membantu di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
PMI: Donor Darah Membutuhkan Partisipasi dan Kesadaran Masyarakat
Dari sisi pelayanan kemanusiaan, PMI memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan donor darah, termasuk memastikan bahwa proses pengambilan darah dilakukan melalui prosedur pemeriksaan dan skrining sesuai standar yang berlaku.
Dr. Lancer menyampaikan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi.
“Setiap calon pendonor harus melalui pemeriksaan dan skrining terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan donor sekaligus menjaga keselamatan pendonor dan penerima darah,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara berkala selama memenuhi persyaratan medis.
“Ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, edukasi dan kegiatan donor darah perlu terus dilakukan secara berkala agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat,” ujarnya.
Perkuat Sinergi untuk Masyarakat yang Sehat dan Tangguh
Peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial serta kerja sama antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan lembaga kemanusiaan.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan serupa diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pembangunan masyarakat yang sehat dan tangguh membutuhkan partisipasi semua pihak.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, Pemuda Pancasila diharapkan terus menghadirkan kontribusi positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Bandung.




