Khidmat dan Haru, Haflah Akhirussanah Madin Ponpes Al Karimi Gresik Lepas Ratusan Santri

GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Gedung Serbaguna Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Karimi, Tebuwung, Dukun, Gresik, menjadi saksi momen penuh haru. Manajemen pesantren sukses menggelar Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah (Madin) Ponpes Al Karimi Tahun Pelajaran 2025–2026, Ahad (14/6/2026) malam.

Agenda ini menjadi penanda resmi berakhirnya masa pendidikan nonformal para santri di lingkungan pesantren. Ratusan santri bersama wali murid memadati lokasi acara yang dikemas secara khidmat dan meriah.

Suasana panggung seni Islami turut menyemarakkan malam pelepasan ini. Para santri unjuk bakti menampilkan berbagai kreativitas religi yang memukau hadirin.

Rentetan kreasi seni Islami yang ditampilkan meliputi:

  • Tari Islami: Persembahan gerak tari kontemporer bernuansa religi.
  • Lantunan Nadzom: Pembacaan hafalan kitab Alala, Aqidatul Awwam, hingga bait-bait Alfiyah.
  • Seni Musik: Diiringi ketukan rancak musik banjari dari tim hadrah internal Ponpes Al Karimi.

Doa dan Maaf dari Pengasuh Pesantren

Pengasuh Ponpes Al Karimi, KH Abdul Muhshi, menyampaikan bahwa kelulusan ini merupakan momentum perkhidmatan yang penuh makna. Pihak pesantren mendoakan agar seluruh alumni Madin dapat mengamalkan ilmu mereka di tengah masyarakat.

“Secara formal para santri dilepas karena berakhirnya tahun ajaran 2025–2026. Semoga apa yang menjadi tujuan kita bersama dimudahkan oleh Allah SWT. Khusus bagi para santri, semoga ilmunya bermanfaat dan penuh keberkahan,” tutur KH Abdul Muhshi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada wali santri jika terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas penyambutan selama proses pendidikan berlangsung.

Bacaan Lainnya

Pembekalan Masa Depan Lewat Strategi Tausiyah 3J

Dalam acara inti, KH Imam Hanafi, M.Ag., hadir memberikan tausiyah secara interaktif. Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Gresik ini membekali para santri dengan prinsip hidup 3J untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Tiga prinsip utama 3J untuk santri meliputi:

  1. Jelas Tujuan Mondok: Fokus menetapkan niat utama dalam menuntut ilmu agama.
  2. Jujur: Menanamkan integritas moral dalam setiap ucapan dan tindakan sehari-hari.
  3. Jihad: Bersungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam menempuh jalan ilmu.

Kiai Imam juga menyelipkan pesan digital kepada para santri. Generasi muda pesantren diimbau untuk menggunakan media sosial secara bijak dengan menyebarkan konten edukasi yang positif.

Rangkaian acara yang ditutup dengan doa bersama ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus YPP Al Karimi, kepala madrasah, para bunyai, dzurriyah, serta asatidz dan asatidzah lingkungan pesantren. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *