BATAM, MATA-PERISTIWA.ID – Industri properti di Kota Batam menunjukkan gairah positif. Optimisme tersebut tercermin dalam penyelenggaraan REI Expo Batam 2026 yang berlangsung di Grand Batam Mall, mulai 9 hingga 19 Juli 2026. Pameran ini menjadi ajang strategis bagi masyarakat untuk mengakses hunian impian sekaligus pilihan investasi properti yang menjanjikan.
Pameran yang diinisiasi oleh DPD Real Estat Indonesia (REI) Batam ini menghadirkan 16 pengembang ternama dengan total 32 stan. Selain pengembang, berbagai perbankan juga turut ambil bagian untuk menawarkan beragam skema pembiayaan dan promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kompetitif.
Properti sebagai Penggerak Efek Berganda
Ketua DPD REI Batam, Robinson Tan, menegaskan bahwa sektor properti memiliki multiplier effect (efek berganda) yang sangat besar bagi perekonomian lokal. Menurutnya, pembangunan satu kawasan hunian mampu menggerakkan setidaknya 180 jenis usaha pendukung, mulai dari material bangunan hingga jasa konstruksi.
“Properti adalah salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi Batam. Saat ini, dukungan dari Pemko Batam, BP Batam, BPN, hingga sektor perbankan sangat kuat, yang membuat iklim investasi kita semakin menarik,” ujar Robinson, Kamis (9/7/2026).
Robinson menambahkan, prospek properti di Batam didorong oleh ekspansi investasi yang masif, mulai dari pembangunan data center hingga pertumbuhan industri manufaktur yang berkelanjutan. “Aktivitas ekonomi terus meningkat. Jika dulu Batam tidak macet, sekarang dengan pelebaran jalan pun lalu lintas tetap padat. Ini indikator nyata pertumbuhan ekonomi kita,” tambahnya.
Investasi Batam Lampaui Target
Optimisme senada disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Batam, Suhar. Ia mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Batam saat ini berada dalam kondisi yang sangat kondusif.
“Realisasi investasi kita telah mencapai Rp69 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp66 triliun. Sektor manufaktur menyumbang 58 persen dari aktivitas ekonomi, disusul oleh sektor konstruksi,” papar Suhar.
Pemerintah Kota Batam bersama Bank Indonesia terus memantau stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai fondasi utama agar iklim investasi tetap stabil. Sinergi ini diharapkan menjadi jaminan bagi investor dan masyarakat bahwa pasar properti Batam akan terus berkembang secara sehat.
Target Transaksi Rp100 Miliar
Pada penyelenggaraan tahun ini, DPD REI Batam menargetkan nilai transaksi sebesar Rp100 miliar. Meski di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis, pelaku usaha properti di Batam tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi daerah yang kuat akan mampu menjaga daya beli masyarakat dan minat investasi di sektor properti.***





