Tulang Punggung Keluarga Kritis di ICU, Gegara Pelecehan Seksual Dua Balita Butuh Uluran Tangan Kita

Tangerang, mata-peristiwa.id – Di balik penanganan hukum yang sedang berjalan di Polresta Tangerang, ada jeritan kelaparan dari dua balita yang ditinggalkan korban di rumahnya. PG alias Gulo adalah satu-satunya penopang hidup keluarga. Sejak tragedi pengeroyokan dan pelecehan seksual ini, tidak ada lagi pemasukan harian untuk membeli beras, minyak, apalagi susu bayi.

Keluarga korban kini tidak hanya memohon keadilan dari aparat kepolisian agar para pelaku segera dipenjarakan, tetapi juga membuka pintu kemanusiaan bagi siapa saja yang tergerak membantu biaya hidup serta pengobatan Gulo yang kian membengkak di RSUD Balaraja.

Risman Harefa, menyampaikan kepada awak media. “Kami sudah melihat langsung dan kondisi keluarganya kini sangat memprihatinkan, mohon dukungan doa”. Ucapnya Senin ( 3/8/2026 )

Lanjutnya, selaku kuasa hukum memperingatkan bahwa jika kepolisian tidak bertindak cepat dan transparan, resah di masyarakat bisa berbuntut panjang. Kepolisian Polda Banten dan Polresta Tangerang dituntut mengambil langkah ekstra-cepat sebelum amarah publik meluap akibat lambatnya penanganan kasus kekerasan sadis ini.

Dikisahkan istri korban kepada awak media, suami saya WA kalau saya nggak pulang mala mini kemungkinan beso saya sudah jadi mayat. ED Dohona, S Daeli, M Laoli, Ama Putra, dan seorang pelaku lainnya berkumpul sambil menenggak minuman keras. Tanpa alasan sah, pesta miras itu berubah menjadi aksi pengeroyokan brutal dan siksaan fisik tanpa henti dialami suami saya, bukan hanya itu, suami saya dalam kondisi tak berdaya dan berdarah-darah, dipaksa merosotkan celana. di bawah ancaman bilah pisau, suami saya dipaksa bermasturbasi, menonton konten pornografi, hingga dipaksa video call dengan saya”, ujarnya

***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *