KOTA BANDUNG, mata-peristiwa.id – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK menjadi penentu penting bagi siswa untuk membuktikan kemampuan yang telah ditempa selama tiga tahun pembelajaran.
Kepala SMKN 14 Bandung, Dudi Rudiatna menyampaikan, UKK bukan sekadar ujian akhir, melainkan instrumen utama untuk mengukur keterampilan nyata siswa.
“Yang terpenting bukan anak dapat pelajaran apa, tapi anak bisa apa. UKK menjadi bukti kemampuan mereka,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan UKK, siswa telah melalui proses panjang berupa pelatihan dan pra-UKK. Hasilnya, mayoritas siswa dinilai sudah terampil dan mampu menyelesaikan proyek sesuai standar. Produk yang dihasilkan pun tidak hanya menjadi nilai, tetapi juga portofolio yang dapat digunakan saat melamar kerja.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah pemasaran produk. Untuk itu, melalui pelajaran kewirausahaan dan program teaching factory (TEFA), siswa dibimbing untuk mampu mempromosikan hasil karyanya.
Melalui program TEFA, siswa didorong memasarkan produk mereka, bahkan sebagian sudah menerima pesanan dari luar. Ia mencontohkan, siswa jurusan desain dan produksi kriya keramik telah mendapatkan pesanan dari teman maupun pihak luar.
“Dengan TEFA, kami membimbing mereka mandiri secara kewirausahaan, baik melalui fasilitas sekolah maupun mandiri di rumah,” tambahnya.
UKK di SMKN 14 Bandung
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arry Rulyawan menjelaskan, pelaksanaan UKK di setiap jurusan berbasis proyek dan portofolio.
Mulai dari pengecatan kendaraan pada jurusan teknik perbaikan bodi otomotif, pembuatan batik khas Bandung pada jurusan desain dan produksi kriya tekstil, produksi guci dan gelas pada jurusan kriya keramik, pembuatan lampu hias dan cermin pada jurusan kriya kayu, hingga pembuatan tas dan sepatu pada jurusan kriya kulit yang diawali dari bahan imitasi sebelum menggunakan kulit asli.
Selain itu, siswa jurusan animasi menghasilkan film animasi, sedangkan desain grafis dan fotografi diuji langsung oleh pihak industri.
“UKK ini mengukur kompetensi akhir siswa sebelum lulus, apakah sudah siap masuk dunia kerja atau berwirausaha,” jelasnya.
Arry menuturkan, tidak sedikit siswa yang telah dilirik industri sebelum lulus. Bahkan, beberapa di antaranya menjalani uji kompetensi langsung di tempat kerja karena telah diterima bekerja sejak masa praktik kerja lapangan (PKL).
Dengan keterlibatan industri dalam proses penilaian, UKK juga menjadi bahan evaluasi sekolah untuk memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (Rasti)


