UMRAH Dampingi Warga Resun Kembangkan Pie-Brownies Rumput Laut Merah untuk Ekowisata

LINGGA, MATA-PERISTIWA.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Resun, Kabupaten Lingga, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang memasuki tahun ketiga pendampingan tersebut mengangkat tema “Hilirisasi Inovasi Pie-Brownies Rumput Laut Merah untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Ekowisata Desa Resun.” Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Pendanaan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan inovasi berbasis potensi lokal.

Program pengabdian dipimpin Aidil Fadli Ilhamdy, S.Pi., M.Si., bersama anggota tim R. Fathul Rahman, S.Pi., M.Si., Dwila Sempi Yusiani, S.T., M.T., Cindytia Prastari, S.Pi., M.Si., dan Jumsurizal, S.Pi., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa THP UMRAH, yakni Muthia Riska Amanda, Aprilani Lilis Martha Siahaan, dan Karina yang turut mendampingi masyarakat selama pelatihan.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan pelatihan mengolah rumput laut merah menjadi produk pie-brownies yang memiliki nilai tambah ekonomi. Selain praktik pembuatan produk, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai teknik pengemasan (packaging) yang higienis serta pembukuan usaha sederhana menggunakan Microsoft Excel.

Ketua Tim Pengabdian, Aidil Fadli Ilhamdy, mengatakan inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual rumput laut sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Rumput laut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk kuliner bernilai tinggi. Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat tidak hanya mampu memproduksi Pie-Brownies rumput laut merah, tetapi juga dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pengembangan ekowisata Desa Resun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Resun, Hairul Mazi, mengapresiasi komitmen Prodi THP UMRAH yang selama tiga tahun berturut-turut terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat berterima kasih kepada tim THP UMRAH yang konsisten mendampingi warga Desa Resun. Program yang diberikan selalu menghadirkan manfaat nyata, mulai dari peningkatan wawasan, keterampilan, hingga lahirnya ide usaha berbasis potensi lokal. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar Desa Resun semakin mandiri dan memiliki produk unggulan sebagai oleh-oleh khas daerah,” ungkap Hairul.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari sosialisasi, demonstrasi pembuatan, praktik pengolahan, hingga manajemen kemasan dan keuangan usaha.

Melalui program ini, Pie-Brownies Rumput Laut Merah diharapkan menjadi salah satu produk unggulan Desa Resun yang mampu memperkuat ekonomi kreatif masyarakat sekaligus menambah daya tarik ekowisata di Kabupaten Lingga.

(Leni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *