Usung Tema Membaca Sumatra, Balige Writers Festival 2026 Hadirkan 40 Penulis dan 20 Program Literasi

BALIGE, MATA-PERISTIWA.ID – Festival sastra bergengsi Balige Writers Festival (BWF) 2026 kembali digelar di Toba Art Space, Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, pesta literasi ini berlangsung mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Mengusung tema besar “Membaca Sumatra” dengan subtema “Marsirimpa” (gotong royong), BWF 2026 menghadirkan lebih dari 20 program yang melibatkan sekitar 40 penulis nasional maupun lokal.

Manager Balige Writers Festival, Ita Siregar, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang gratis dan terbuka untuk umum guna memperkuat Balige sebagai pusat perjumpaan pegiat literasi dan budaya.

“BWF tahun ini mengangkat tema Membaca Sumatra dengan semangat Marsirimpa. Kami berharap festival ini menjadi ruang kolaborasi bagi penulis, seniman, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memajukan literasi serta kebudayaan,” ujar Ita Siregar saat konferensi pers di Toba Art Space, Balige, Rabu (29/7/2026).

Dukungan Kemenbud RI dan Peluncuran Karya Buku Baru

Penyelenggaraan BWF 2026 mendapat dukungan resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Emerging Writers dalam skema Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

Sebagai hasil dari lokakarya MTN Lab yang berlangsung Mei lalu bersama mentor Benny Arnas, tujuh penulis muda berbakat dari berbagai wilayah Sumatra akan mendiskusikan buku kumpulan cerpen terbaru mereka berjudul ‘Tak Ada Na Niarsik Sempurna Hari Ini’.

Selain itu, festival ini menjadi panggung apresiasi bagi 17 guru SD di Kabupaten Toba yang bakal merilis empat buku cerita bergambar karya mereka sendiri.

Penghargaan Bisuk Siahaan, Ekowisata, dan Bazar UMKM Toba

BWF 2026 juga menyajikan beragam agenda unggulan dan penganugerahan budaya, antara lain:

Bacaan Lainnya
  • Penghargaan Bisuk Siahaan: Menghadirkan peneliti budaya Batak Manguji Nababan dan Precilia Siahaan.

  • Diskusi Panel & Pariwisata: Kolaborasi BWF bersama Toba Initiatives, PT Inalum, dan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Toba.

  • Pameran & Ekonomi Kreatif: Pameran karya seni rupa dari 6 seniman Toba, bazar buku, serta bazar UMKM kuliner khas Toba.

  • Kunjungan Lapangan: Kunjungan para penulis ke kawasan Sungai Asahan atas undangan PT Inalum untuk mengeksplorasi potensi sejarah dan alam Toba.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir menikmati seluruh kegiatan ini. Festival ini gratis dan terbuka bagi siapa saja demi mengenalkan Balige sebagai destinasi sastra dan budaya,” tutup Ita.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *