Kab. Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Kapolresta Bandung Aldi Subartono memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar bersama unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran aparat wilayah.
Meski berlangsung pada hari libur, rapat tersebut tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Walaupun libur, sebagai pelayan masyarakat kita harus siap kapan pun,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna, kepada wartawan usai Rakor, Sabtu 7 Maret 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari kepala OPD, kepala bagian, camat, kapolsek, danramil, hingga perwakilan organisasi desa di seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung.
Bupati Dadang Supriatna mengapresiasi kekompakan seluruh pihak dalam mempersiapkan pengamanan Idul Fitri tahun ini. Ia juga menilai berbagai strategi dan inovasi yang disiapkan jajaran kepolisian cukup matang untuk menghadapi potensi lonjakan pemudik.
“Pak Kapolresta sudah membuat berbagai strategi dan inovasi yang luar biasa untuk menghadapi arus mudik dan arus balik. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” katanya.
Selain pengamanan, Dadang juga menyinggung perhatian pemerintah daerah terhadap aparatur yang bertugas di lapangan. Ia memastikan adanya dukungan termasuk terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Strategi Pengamanan Mudik
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, hingga potensi bencana selama periode mudik.
Menurutnya, salah satu perubahan strategi dilakukan pada penempatan pos pengamanan terpadu.
“Jika sebelumnya pos terpadu berada di Cileunyi, setelah dilakukan analisis ternyata kurang efektif. Tahun ini kita pindahkan ke jalur utama Nagreg, tepatnya di depan kantor kecamatan,” ujar Aldi.
Jalur Nagreg selama ini dikenal sebagai titik krusial arus mudik di wilayah Bandung Raya karena menjadi jalur utama penghubung menuju wilayah timur Jawa Barat.
Dalam pengamanan Lebaran tahun ini, sebanyak sekitar 1.333 personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait akan diterjunkan. Selain itu, disiapkan pula sekitar 21 pos pengamanan dan pos terpadu di sejumlah titik strategis.
Petugas juga menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti mobil derek, alat berat, hingga ambulans untuk mengantisipasi kecelakaan maupun kondisi darurat lainnya.
“Fokus utama pengamanan ada di jalur Nagreg karena di sana terdapat tanjakan dan turunan yang sering menimbulkan perlambatan kendaraan,” jelasnya.
Selain itu, titik-titik pemberhentian angkutan umum di wilayah Cileunyi juga menjadi perhatian karena kerap memicu kepadatan lalu lintas.
Antisipasi Keamanan Permukiman
Tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di kawasan permukiman yang ditinggal mudik oleh warga.
Kapolresta mengimbau masyarakat untuk memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum berangkat mudik.
“Pastikan rumah terkunci, jendela tertutup, listrik, kompor, dan air dimatikan. Jika memungkinkan titipkan rumah kepada tetangga,” katanya.
Ia juga menawarkan fasilitas penitipan kendaraan bagi warga yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan di rumah.
“Kendaraan bisa dititipkan di kantor kecamatan, polsek, maupun koramil,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga akan mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau pengamanan swakarsa di tingkat desa dan kecamatan.
Antisipasi BBM di Jalur Mudik
Untuk mengantisipasi kendaraan yang kehabisan bahan bakar saat terjadi kepadatan lalu lintas, Polresta Bandung juga menyiapkan layanan pengisian bahan bakar bergerak.
“Kita siapkan motor pembawa BBM yang bisa bergerak ketika ada kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan,” kata Aldi.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah dan aparat keamanan berharap arus mudik dan balik Lebaran 1447 H di wilayah Kabupaten Bandung dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.


