JAKARTA, mata-peristiwa.id – Dalam upaya memperkuat pilar diplomasi ekonomi di kawasan Asia Selatan, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kolombo, Sri Lanka, pada 23 hingga 25 April 2026.
Kunjungan ini menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan bilateral, seiring dengan hadirnya kepemimpinan baru di Sri Lanka di bawah Presiden Anura Kumara Dissanayake.
Pertemuan yang berlangsung hangat dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, dan Deputi Menteri Luar Negeri, Arun Hemachandra, menjadi ruang dialog yang produktif untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas demi kemakmuran masyarakat di kedua negara.
Fokus utama dalam misi diplomasi ini adalah pembahasan mengenai reaktivasi negosiasi Indonesia-Sri Lanka Preferential Trade Agreement (ISL PTA).
Perjanjian perdagangan ini dipandang sebagai instrumen krusial untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral yang saling menguntungkan.
Selain sektor perdagangan, kedua negara juga menjajaki potensi besar di bidang energi guna memenuhi kebutuhan kawasan yang terus berkembang.
Sejalan dengan upaya menjaga stabilitas regional, Indonesia dan Sri Lanka turut membahas penguatan kolaborasi dalam pencegahan serta penanggulangan kejahatan lintas batas, memastikan bahwa kemajuan ekonomi tumbuh dalam lingkungan yang aman dan damai.
Sisi humanis dan inklusivitas juga menjadi bagian penting dalam kunjungan ini melalui pertemuan dengan Menteri Urusan Buddhasasana, Agama, dan Budaya Sri Lanka, Hiniduma Suni Senevi.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya menjaga nilai-masing inklusivitas di tengah masyarakat yang majemuk serta memperkuat pertukaran budaya sebagai jembatan persaudaraan.
Didampingi oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing, serta Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu RI, Ricky Eka Virgana Ichsan, kunjungan Wamenlu Anis Matta ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menebar manfaat dan memperkokoh eksistensi strategisnya di kancah internasional.












