Kunjungan Kerja ke Ciamis, Bupati Safni Akui Hebatnya Pengelolaan Sampah Tatar Galuh
Ciamis, mata-peristiwa.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menerima kunjungan kerja dari Safni Sikumbang bersama rombongan dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat pada Senin (04/05/2026).
Kunjungan tersebut disambut secara resmi di Pendopo Kabupaten Ciamis dengan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, mulai dari Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, hingga kepala dinas terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya sebagai agenda kerja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar daerah. Ia mengungkapkan ketertarikannya terhadap keberhasilan Kabupaten Ciamis dalam mengelola lingkungan hidup, khususnya dalam penanganan sampah.
Menurut Safni, Ciamis telah menjadi salah satu daerah yang direkomendasikan secara nasional dalam pengelolaan sampah. Ia menilai bahwa kebersihan suatu daerah mencerminkan karakter dan kesadaran masyarakatnya. “Kebersihan daerah biasanya mencerminkan kebersihan jiwa warga masyarakatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Safni berharap kunjungan ini dapat memberikan banyak pembelajaran yang bisa diterapkan di daerahnya. Terlebih, ia menyebutkan bahwa karakteristik masyarakat di kedua daerah cukup mirip, di mana sekitar 76 persen penduduknya berprofesi sebagai petani.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan ucapan selamat datang di Tatar Galuh Ciamis. Ia kemudian memaparkan gambaran umum Kabupaten Ciamis, termasuk berbagai capaian di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.

Herdiat menjelaskan bahwa Ciamis telah beberapa kali meraih penghargaan di bidang kebersihan, termasuk penghargaan bergengsi Adipura Kencana yang menjadi satu-satunya diraih di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Ciamis juga dinobatkan sebagai kota kecil terbersih se-ASEAN pada tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari tingginya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Warga Ciamis, kata dia, telah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, baik sampah organik maupun anorganik.
“Dengan motivasi yang tinggi, alhamdulillah sampah-sampah ini sudah bisa dimanfaatkan melalui bank sampah yang tersebar di setiap desa dan kelurahan,” jelasnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 305 bank sampah telah beroperasi di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis. Herdiat menambahkan, peran pemerintah lebih kepada mengajak dan menghimbau, karena kesadaran masyarakat sudah terbentuk dengan baik.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar daerah serta menjadi sarana bertukar pengalaman dalam meciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
( HD )












