GARUT, mata-peristiwa.id — Peristiwa mengamuknya seorang pria dalam kondisi mabuk sambil membawa senjata tajam di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (19/5/2026) lalu, terus menjadi sorotan publik. Kasus yang sempat viral di media sosial dan meresahkan warga ini kini memasuki babak baru dengan munculnya isu keterlibatan pihak lain sebagai peniup api provokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (25/5/2026), aksi nekat pria tersebut disinyalir tidak berdiri sendiri. Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, tindakan anarkis pelaku diduga kuat dipicu oleh hasutan eksternal.
Aksi mengamuk tersebut diduga diinisiasi oleh adanya hasutan dari seorang oknum berinisial A, yang diketahui bekerja di salah satu instansi Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Hasutan inilah yang diduga memicu tindakan pelaku menjadi di luar kendali.
Kronologi Kejadian dan Identitas Pelaku
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan aksi meresahkan di jalanan Tarogong Kaler. Pelaku yang diamankan diketahui berinisial F, yang diduga kuat merupakan seorang oknum anggota kepolisian yang berdinas di jajaran Polda Jawa Barat.
Dalam insiden tersebut, F yang berada di bawah pengaruh minuman keras tampak mengacungkan senjata tajam jenis samurai sambil berteriak-teriak di depan umum. Pelaku berulang kali berteriak mencari keberadaan salah satu anggota DPR RI, Ade Ginanjar.
Tidak berhenti pada ancaman lisan, pelaku F juga sempat melakukan tindakan perusakan materiil dengan merusak tenda pedagang kaki lima serta pintu warung milik warga setempat yang berada di lokasi kejadian.
Publik Menanti Transparansi Penegakan Hukum
Kasus ini langsung memantik perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media massa. Hingga saat ini, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam, baik untuk mengusut pelanggaran pidana pelaku utama maupun mendalami kebenaran adanya tersangka lain yang berperan sebagai provokator.
Masyarakat Kabupaten Garut menaruh harapan besar kepada pihak berwajib untuk mengupas tuntas keterlibatan aktor di balik layar yang mengakibatkan tragedi meresahkan ini. Publik menantikan transparansi penuh dari kepolisian dalam penyampaian motif asli kejadian serta penegakan hukum yang objektif demi mewujudkan keadilan yang seadil-adilnya. (TEAM)***

















