Sumatera utara || mata-peristiwa.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara pada Sabtu sore, 20 Juni 2026.
Berdasarkan pemantauan radar cuaca terkini, peringatan tersebut dikeluarkan sejak pukul 15:07 WIB dan diperkirakan akan berlangsung hingga satu jam ke depan, dengan durasi kewaspadaan yang dapat meluas hingga pukul 17:15 WIB.
Fenomena yang perlu diwaspadai meliputi curah hujan dengan intensitas lebat, sangat lebat, bahkan mencapai level ekstrem yang disertai dengan sambaran kilat atau petir serta hembusan angin kencang secara mendadak.
​Sejumlah wilayah yang masuk dalam zona merah kedaruratan ini tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Untuk wilayah perkotaan, Kota Medan (khususnya wilayah Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, dan Medan Polonia) serta Kota Gunungsitoli (mencakup Gunungsitoli, Gunungsitoli Selatan, Gunungsitoli Utara, Gunungsitoli Idanoi, Gunungsitoli Alo’Oa, dan Gunungsitoli Barat) diminta untuk segera bersiap menghadapi perubahan cuaca ini.
Selain itu, wilayah kabupaten yang turut terdampak meliputi Tapanuli Utara di wilayah Sipahutar dan Pangaribuan; Kabupaten Nias di Hiliduho, Bawolato, dan Ulugawo; Kabupaten Karo di Barusjahe, Merek, dan Juhar; Kabupaten Deli Serdang di Gunung Meriah, Namorambe, dan Deli Tua; Kabupaten Simalungun di Purba dan Dolok Silau; Kabupaten Dairi di Sumbul, Parbuluan, dan Sitinjo; Kabupaten Nias Utara di Sitolu Ori dan Namohalu Esiwa; serta cakupan yang cukup luas di Kabupaten Nias Selatan yang meliputi Gomo, Lahusa, Umbunasi, Ulunoyo, Huruna, Sidua’Ori, dan Idanotae.
​Pihak BMKG menegaskan bahwa situasi ini dipicu oleh dinamika atmosfer lokal yang sangat labil, di mana pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (Cb) terjadi secara masif di atas wilayah Sumatra Utara.
Karakteristik awan ini memang kerap membawa hujan deras dalam durasi singkat yang berisiko tinggi memicu bencana hidrometeorologi.
Masyarakat yang tinggal di daerah lereng perbukitan diimbau waspada terhadap ancaman tanah longsor, sementara warga di kawasan bantaran sungai dan perkotaan diminta mengantisipasi datangnya luapan air yang bisa menyebabkan banjir maupun banjir bandang.
Selain itu, para pengendara yang sedang melintas di jalan raya diharapkan berhati-hati terhadap penurunan jarak pandang yang drastis dan potensi pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.
Informasi pergerakan cuaca mendesak ini dapat terus dipantau secara langsung oleh masyarakat melalui sistem pelacakan cuaca real-time di situs resmi BMKG.








