GARUT UNJUK PRESTASI!: Desa-Desa Terbaik Wakili Kabupaten dalam Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI

GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Kabupaten Garut kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Sejumlah desa terbaik dipercaya mewakili Kabupaten Garut dalam Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan I, sebuah program strategis yang digagas Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa.

Program yang berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, diikuti oleh 434 kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Kabupaten Garut, beberapa kepala desa yang mengikuti program tersebut di antaranya berasal dari Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan, Desa Jangkurang Kecamatan Leles dan Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja.

Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa desa-desa di Garut memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Iip Firman Nurdin, saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa dirinya tengah mengikuti kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia.

Menurutnya, program yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri tersebut merupakan kesempatan berharga bagi para kepala desa untuk memperluas wawasan, memperkuat kepemimpinan, sekaligus menyerap berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan di desa masing-masing.

> “Program ini sangat positif. Kami memperoleh banyak pengetahuan mengenai tata kelola pemerintahan desa, inovasi pelayanan publik, kepemimpinan, hingga strategi mengembangkan potensi desa. Semua ilmu yang kami peroleh akan menjadi bekal untuk diimplementasikan di Desa Wanajaya demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iip Firman Nurdin.

 

Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan inisiatif strategis Kemendagri yang bekerja sama dengan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Indonesia. Melalui pendekatan akademik, para kepala desa mendapatkan pembelajaran mengenai kepemimpinan transformasional, negosiasi strategis, penguatan tata kelola pemerintahan, pengelolaan potensi ekonomi desa, hingga solusi atas berbagai tantangan birokrasi dan pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

Selain mengikuti sesi perkuliahan, para peserta juga berdiskusi dengan akademisi, praktisi, dan kepala desa dari berbagai provinsi. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan inovasi dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing.

Keikutsertaan perwakilan Garut dalam program nasional ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat diimplementasikan di daerah, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah yang serius mendorong kemajuan desa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintahan desa.

Lebih dari sekadar mengikuti pelatihan, kehadiran para kepala desa asal Garut di Universitas Indonesia menjadi simbol semangat belajar tanpa henti. Mereka membawa harapan masyarakat untuk pulang dengan gagasan baru, strategi pembangunan yang lebih efektif, dan komitmen yang semakin kuat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, serta sejahtera.

Sejalan dengan semangat program tersebut, cita-cita “Desa Kuat, Indonesia Maju” diharapkan bukan hanya menjadi slogan, melainkan terwujud melalui langkah nyata yang dimulai dari desa-desa di Kabupaten Garut. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *