TULUNGAGUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kembali menyimpan pesona alam yang tersembunyi. Bukit Lemparan, sebuah destinasi yang dulunya hanya menjadi jalur warga mencari rumput, kini bertransformasi menjadi primadona baru bagi para pencinta petualangan dan penikmat panorama alam.
Terletak di sisi timur kawasan Gunung Budheg, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Bukit Lemparan menawarkan pemandangan savana luas yang memanjakan mata, menjadikannya lokasi ideal bagi Anda yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.
Dari Jalur Ternak Menjadi Destinasi Wisata
Nama “Lemparan” sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa yang menggambarkan hamparan lahan lapang dan relatif rata. Dulu, kawasan ini murni dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai area penggembalaan sapi. Namun, berkat keindahan lanskapnya yang viral di media sosial, Bukit Lemparan kini menjadi tujuan wisata populer yang terus berkembang.
Akses dan Trek Pendakian yang Ramah Pemula
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, perjalanan dimulai dari kawasan Makam Tumenggung Suron Tani di Dukuh Sendang. Dari titik tersebut, Anda dapat mencapai puncak bukit dengan trekking ringan selama 20–30 menit.
-
Trek: Berjarak sekitar 2 kilometer dengan tanjakan yang ringan hingga sedang.
-
Opsi Transportasi: Tersedia jasa ojek lokal bagi pengunjung yang ingin perjalanan lebih praktis dengan tarif Rp 10.000 sekali jalan.
-
Keamanan: Jalur ini sangat cocok bagi pemula, namun tetap disarankan menggunakan alas kaki yang tidak licin.
Pesona Savana di Segala Musim
Daya tarik utama bukit dengan ketinggian 585 mdpl ini terletak pada nuansa “savana” yang berubah sesuai musim. Saat musim hujan, perbukitan akan menghijau dengan suasana yang sangat menyegarkan. Sebaliknya, saat musim kemarau, rumput akan berubah menjadi kecokelatan dengan nuansa keemasan yang eksotis, sangat cocok bagi para pemburu foto sunrise maupun sunset.
Tips Berkunjung bagi Wisatawan
Mengingat fasilitas di area bukit masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat, pengunjung disarankan untuk melakukan persiapan matang sebelum berangkat:
-
Waktu Terbaik: Berkunjunglah sebelum pukul 08.00 pagi atau sore hari menjelang matahari terbenam untuk menghindari terik matahari.
-
Perlengkapan: Wajib membawa air minum yang cukup, topi pelindung, serta sepatu yang nyaman.
-
Kebersihan: Jangan lupa membawa kantong sampah pribadi untuk menjaga kelestarian alam Bukit Lemparan.
-
Biaya: Pengunjung dikenakan biaya parkir sekitar Rp 5.000 yang dikelola warga untuk menjaga keamanan kendaraan.
Bukit Lemparan membuktikan bahwa keindahan alam tidak selalu harus dicapai melalui jalur ekstrem. Bagi warga Tulungagung dan sekitarnya, bukit ini adalah bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang tepat, potensi alam lokal mampu menjadi daya tarik wisata yang bernilai bagi masyarakat.





