CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Inovasi kreatif dalam dunia pendidikan kembali dihadirkan oleh SMAN 1 Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, yang berada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini membuktikan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui program pendidikan ekologi yang aplikatif dan kontekstual.
Salah satu terobosan menarik yang tengah digalakkan adalah pemanfaatan barang bekas berupa galon air mineral kosong sebagai media alternatif untuk menanam padi. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 1 Cihaurbeuti, Dadang Hendrayana, S.Pd, melalui H. Nandang, Rabu (22/7/2026).
Pembelajaran Kokurikuler Berbasis Pengalaman Langsung
Program inovatif ini merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung (experiential learning) kepada para peserta didik. Melalui aktivitas bercocok tanam di dalam wadah daur ulang, siswa diajak untuk melihat langsung proses agrikultur tanpa harus memiliki lahan sawah yang luas.
“Galon bekas yang sudah tidak digunakan dimanfaatkan kembali sebagai wadah penanaman padi. Langkah ini tidak hanya efektif mengurangi volume sampah anorganik di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang sangat kontekstual bagi siswa,” ujar H. Nandang mewakili pihak sekolah.
Ia berharap, melalui kegiatan ini peserta didik tidak sekadar memahami ilmu biologi tentang proses pertumbuhan tanaman padi, melainkan juga menyerap nilai-nilai penting mengenai kepedulian ekologis, pemanfaatan sumber daya berkelanjutan, serta penguatan karakter seperti rasa tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan semangat gotong royong.
Integrasi Lintas Mata Pelajaran dan Karakter Profil Pelajar
Kegiatan penanaman padi menggunakan galon bekas ini dirancang secara terpadu dan melibatkan sinergi dari berbagai bidang studi (cross-curricular learning), di antaranya:
-
Biologi: Mempelajari siklus pertumbuhan, perkembangan tanaman, serta fisiologi tumbuhan.
-
Pendidikan Ekologi: Praktik nyata pengelolaan limbah dan pemanfaatan kembali barang bekas (reusability).
-
Matematika: Melatih kemampuan numerasi melalui pengukuran tinggi tanaman dan analisis data perkembangan secara berkala.
-
Bahasa Indonesia: Melatih keterampilan literasi dalam menyusun laporan ilmiah hasil pengamatan.
-
Pendidikan Pancasila: Menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Selain itu, program ini berfokus pada pembentukan karakter siswa yang meliputi kepedulian lingkungan, kemandirian, kreativitas, disiplin, serta kemampuan bernalar kritis dalam merespons isu-isu lingkungan hidup.
Tahapan Pelaksanaan dan Tim Kordinator
Program penanaman padi ramah lingkungan ini berjalan melalui beberapa tahapan sistematis yang melibatkan siswa secara aktif:
-
Persiapan: Siswa mengumpulkan, membersihkan galon bekas, dan menyiapkan media tanam berupa campuran tanah subur dan pupuk organik atau kompos.
-
Penanaman: Galon yang telah diberi lubang drainase diisi media tanam, lalu bibit padi disemai dan diberi label identitas kelompok masing-masing.
-
Perawatan: Peserta didik secara rutin melakukan penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, hingga pengamatan kondisi fisik tanaman.
-
Pengamatan & Refleksi: Siswa mencatat perkembangan biologis tanaman dan merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta ketahanan pangan.
Kesuksesan program kreatif ini tentu tidak lepas dari peran aktif tim koordinator lapangan SMAN 1 Cihaurbeuti yang digawangi oleh Imas Karyani, S.Pd, Maman, S.Pd, Emma, S.Pd, dan H. Nandang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian tinggi terhadap lingkungan, serta mampu menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (HD)





