KOTA BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Menjadi pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar mengajarkan tata cara baris-berbaris di lapangan. Lebih dari itu, peran pelatih krusial dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kekompakan para anggota yang akan bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Komitmen pembinaan karakter tersebut terus dijalankan oleh jajaran pelatih Paskibraka Kota Bandung. Mereka menggembleng para calon pengibar bendera agar siap secara fisik maupun mental menjelang upacara peringatan 17 Agustus 2026.
Pelatih Paskibraka DPPI Kota Bandung, Naufal Daffa Colaiuta, mengungkapkan bahwa pengalamannya saat bertugas sebagai anggota Paskibraka menjadi dorongan utama baginya untuk kembali dan membina adik-adik tingkatnya.
“Dulu saya pernah berada di posisi mereka. Saat menjadi pelatih, saya baru merasakan bahwa tanggung jawabnya tidak mudah. Saya ingin melihat adik-adik bisa berkembang melalui Paskibraka,” ujar Daffa.
Menurut Daffa, tantangan terbesar selama proses pemusatan latihan adalah menyatukan puluhan peserta yang berasal dari latar belakang sekolah dan karakter yang berbeda. Melalui latihan yang konsisten, para peserta dibimbing untuk membangun rasa saling percaya dan kerja sama demi mengibarkan Sang Merah Putih secara sempurna.
Hal senada diungkapkan oleh Pelatih Paskibraka Kota Bandung, Diva Sania. Ia menekankan bahwa keberagaman karakter peserta menuntut tingkat kesabaran dan ekstra pendampingan dari para pelatih.
“Membina dan mengarahkan adik-adik agar dapat menjalankan setiap arahan dengan baik merupakan tanggung jawab kami sebagai pelatih,” tuturnya.
Melalui pembinaan yang intensif dan berkelanjutan, para pelatih berharap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta kebersamaan tidak hanya berdampak saat pengibaran bendera pusaka, tetapi juga melekat dalam kehidupan sehari-hari para anggota Paskibraka Kota Bandung.
(HD)





