SAMPIT, MATA-PERISTIWA.ID – Komitmen untuk menghadirkan perlindungan instan bagi masyarakat terus dipertegas oleh Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim). Melalui optimalisasi Layanan Call Center 110, jajaran Polres Kotim menyiagakan pusat komando dan unit reaksi cepat 24 jam nonstop guna memberikan jaminan keamanan real-time.
Sistem pelaporan darurat bebas pulsa ini dirancang untuk memangkas prosedur administrasi yang kaku. Saat warga menekan nomor 110, teknologi pemetaan digital terintegrasi akan langsung mengunci koordinat lokasi pelapor secara presisi.
Pada detik yang sama, operator ruang kendali taktis segera meneruskan instruksi ke armada patroli terdekat di lapangan sehingga pergerakan personel menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat berlangsung cepat.
Jembatan Digital Terpendek Kepolisian dan Warga
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa respons cepat (quick response) bukan lagi sekadar target kinerja, melainkan kewajiban mutlak dalam menjaga keselamatan publik.
“Layanan 110 ini adalah jembatan digital terpendek antara masyarakat dan kepolisian. Kami menempatkan personel-personel tangguh yang siap siaga penuh di ruang operator maupun di jalur patroli. Setiap sinyal darurat atau aduan kamtibmas yang masuk akan langsung ditindaklanjuti secara riil dan transparan,” tegas AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Ia menambahkan, kehadiran sistem ini bertujuan untuk memastikan tidak ada jarak bagi warga yang membutuhkan pertolongan hukum dan keamanan di wilayah Bumi Habaring Hurung.
Polres Kotim Imbau Warga Hindari Panggilan Palsu
Pemanfaatan teknologi layanan darurat ini juga menuntut kedewasaan publik dalam berkomunikasi. Polres Kotim mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas darurat ini secara bijak dan bertanggung jawab.
Polisi menegaskan bahwa tindakan iseng seperti panggilan palsu (prank call) sangat dilarang. Laporan palsu dapat menyita waktu berharga petugas yang seharusnya dialokasikan untuk menyelamatkan warga dalam situasi darurat sesungguhnya. (Ardianto)





