PROYEK JALAN Rp149,7 JUTA: PAPAN DICABUT SEBELUM WAKTU HABIS, CARA KERJA ASAL JADI — DINAS PU TOBA DI MANA PENGAWASANNYA?!

TOBA,MATA-PERISTIWA.ID 12 September 2026 — Uang rakyat sebesar Rp149.700.000,- dipakai untuk proyek pembangunan jalan di Jalan Lumban Tala–Lumban Pittor, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, namun kenyataan di lapangan sungguh memprihatinkan dan memicu banyak kecurigaan serius!

Berdasarkan foto papan proyek yang dikirim langsung oleh warga setempat ke media melalui pesan WhatsApp, data resmi tercatat jelas:

-Nomor SPK: 27/SPK/PPK/BM/PUTR/2026

-Nilai Kontrak: Rp149.700.000,-

-Waktu Pelaksanaan: 19 Agustus s/d 16 Desember 2026 (selama 120 hari)

-Penyedia/Pelaksana: CV. Kenzo Sejahtera

-Sumber Dana: APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026

FAKTA DI LAPANGAN MENJERIT:

Bacaan Lainnya

Warga sekitar mengonfirmasi: “Dulu papan proyek terpasang jelas, tapi sudah dicabut — alasannya proyek sudah mau selesai.” Padahal waktu pelaksanaan masih tersisa berbulan-bulan lagi! Kenapa papan identitas proyek harus disembunyikan lebih awal? Apa yang sebenarnya takut diketahui publik?

Aspal dipanaskan langsung di atas tanah terbuka, berasap tebal tanpa perlindungan sama sekali — tidak ada alat layak, tidak ada pengamanan area kerja!

Perataan aspal hanya pakai alat seadanya, jauh dari standar — ratusan juta uang rakyat dipakai, tapi hasilnya terlihat seperti pekerjaan seadanya tanpa perencanaan matang!

Keselamatan Kerja (K3) diabaikan total: pekerja tidak lengkap perlengkapan pelindung, warga dan anak-anak masih lewat dan berdekatan dengan area panas serta berasap tanpa batas pengamanan!

Pekerjaan belum selesai sempurna saja sudah terlihat asal jadi — dikhawatirkan baru dipakai sebentar sudah rusak parah lagi!

PERTANYAAN TEGAS UNTUK DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KABUPATEN TOBA:

Kenapa papan proyek yang wajib terpasang sampai selesai justru dicabut duluan? Ini jelas melanggar prinsip transparansi dan keterbukaan informasi anggaran publik!

Siapa petugas yang ditugaskan mengawasi pekerjaan ini? Kenapa pelaksanaan yang jauh dari standar dibiarkan terus berjalan tanpa teguran?

Rp149,7 JUTA UANG RAKYAT — anggaran sebesar itu, hasilnya begini saja? Apakah ada penyelewengan, pemotongan anggaran di tengah jalan, sampai sisa dana hanya cukup untuk kerja asal jadi begini?

Apakah pengawasan Dinas PU hanya sebatas di atas kertas saja, tidak pernah turun langsung memeriksa kondisi nyata di lapangan?

KAMI TEGASKAN DENGAN TEGAS:

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Toba WAJIB MEMBERIKAN PENJELASAN RESMI SEGERA! Jangan diam saja, jangan menghindar, jangan saling lempar tanggung jawab lagi. Rakyat sudah tahu, bukti sudah ada — Uang yang berasal dari rakyat WAJIB dipertanggungjawabkan dengan jelas, terang, dan tepat sasaran!

Jika dalam waktu sesingkat mungkin belum ada tanggapan resmi dan tindakan nyata, media akan terus mengungkap lebih dalam — mulai dari proses pengadaan, pengawasan, sampai siapa pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab atas kerugian keuangan daerah ini.

Berita ini akan terus dikembangkan begitu ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

(S, Zebua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *