Diberi Obat Vitamin, Pekerja Angkringan Diduga Jadi Korban Pelecehan Rekan Kerja

SERANG, MATA-PERISTIWA.IDSeorang perempuan asal warga Desa Kampung baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten. Berinisial MI (27), (korban) pekerja angkringan, diduga mendapatkan pelecehan seksual, yang dilakukan oleh rekan kerjanya sendiri berinisial WD.

Peristiwa diduga terjadi pada hari Jum’at tanggal (18/09/26) korban menyebutkan, setelah pulang dan membereskan angkringan seperti biasa, ia diberi obat yang dikatakan sebagai vitamin oleh pemilik usaha angkringan berinisial AG.

“Setelah minum obat yang diberikan oleh bos saya AG, itu tiba-tiba ngantuk banget, terus saya masuk kamar. Biasanya pintu kamar selalu saya tutup dan dikunci, pas hari itu mungkin karena ngantuk saya lupa menutup pintu,” ujar MI, Rabu (23/09/26).

Sementara itu, korban mengaku tertidur pulas dan sempat membuka mata karena merasa ada yang memeluk, namun dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar sehingga mengira sosok tersebut adalah suaminya. Dan kembali tertidur, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat terbangun, ia melihat terduga pelaku WD sedang memakai baju.

“Pas bangun lihat WD mau pakai baju. Saya tanya habis ngapain, dia jawab “tidak habis ngapain” tapi saya lihat baju saya terangkat ke atas dan celana tidak terpakai, lalu saya diselimuti sarung milik WD entah itu sama siapa, dan saya merasakan ada hal yang tidak patut diceritakan ketika saya terbangun tidur,” jelasnya.

Saat peristiwa itu, korban mengaku ingin berteriak dan melaporkan kepada warga, namun merasa bingung dan khawatir akan berdampak pada usaha angkringan tempatnya ia bekerja.

Pada hari berikutnya Sabtu (19/09/26) menurut korban MI, diduga dipeluk paksa oleh WD terduga pelaku tersebut.

“Pulang dari angkringan seperti biasa, beres lalu tidur. Tiba-tiba WD memeluk saya dari belakang. Untung hari Sabtu itu saya sadar dan tidak minum obat apapun jadi langsung saya berontak, dan kejadiannya dikontrakkan milik AG dibelakang Pasar Rau Kota Serang,” kata MI.

Bacaan Lainnya

Korban juga mengaku sempat ingin menceritakan kejadian tersebut kepada AG, temannya sekaligus pemilik usaha angkringan, namun masih memikirkan dampaknya terhadap usaha tersebut.

Untuk sementara, pada Sabtu sore menjelang malam Minggu, suami korban menelepon hendak menjemput. Korban mengaku saat itu merasa takut dan bingung ingin menceritakan kejadian tersebut karena khawatir berpengaruh pada rumah tangga dan pekerjaan.

“Belum sempat ngomong sudah ketahuan dulu. Di situlah saya ungkapin semuanya. Setelah itu kita pergi ke RS Bhayangkara untuk melakukan visum, dan kasus tersebut sudah kami coba laporkan ke pihak yang berwajib,” tutupnya MI.

Menurut WD, terduga pelaku saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon Whatsap ia mengatakan. “Ya, kalau pemberian obat itu dikasih oleh AG bukan sama saya, adapun soal MI dipeluk oleh saya itu benar, tapi kalau sampe berhubungan badan saya tidak merasa,” kilahnya.

Penulis: M. Uki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *