Aplikasi Transportasi Online JAM Street Resmi Beroperasi di Wilayah Provinsi Banten

SERANG, MATA-PERISTIWA.ID – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, resmi memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten. Langkah ekspansi ini dideklarasikan melalui aksi konvoi yang diikuti oleh sekitar 200 mitra pengemudi di sepanjang jalan protokol Kota Serang, Rabu (3/6/2026).

Aksi konvoi pengenalan layanan tersebut mengambil rute strategis, dimulai dari kantor pusat JAM Street menuju Alun-alun Kota Serang, Stadion Maulana Yusuf, Polda Banten, Cipocok Jaya, hingga akhirnya kembali ke titik awal.

Tiga Bulan Beroperasi, Kantongi 12 Ribu Pengguna

Head Operasional JAM Street, Evan William, menjelaskan bahwa platform multifungsi ini sebenarnya telah beroperasi selama lebih dari tiga bulan di wilayah Banten. Dalam waktu yang relatif singkat, JAM Street berhasil mencatatkan pertumbuhan ekosistem yang masif.

Saat ini, aplikasi tersebut telah mengantongi sekitar 12.000 pengguna aktif dengan disokong oleh kekuatan armada sebanyak 800 pengemudi roda dua (motor) dan lebih dari 80 pengemudi roda empat (mobil).

“Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa JAM Street sudah eksis di Kota Serang dan Banten. Konvoi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan kami secara lebih luas,” ujar Evan William, Rabu (3/6/2026).

Tawarkan Promo Tarif Rp1 dan Potongan Komisi Ringan 5%

Guna menarik minat pasar dan mempercepat penetrasi pengguna baru, JAM Street meluncurkan program promo agresif berupa tarif khusus sebesar Rp1 untuk perjalanan dengan jarak hingga empat kilometer. Evan memastikan potongan harga ekstrem bagi konsumen ini tidak akan merugikan para mitra di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Dari sisi pengguna, tarifnya hanya Rp1 untuk jarak sampai empat kilometer. Sementara untuk driver, pendapatan tetap diterima secara penuh,” tegas Evan.

Selain memanjakan konsumen, JAM Street menerapkan kebijakan potongan komisi yang sangat rendah bagi pengemudi, yaitu hanya sebesar 5 persen. Skema ini diklaim jauh lebih ringan dan menguntungkan dibandingkan dengan potongan komisi dari sejumlah platform kompetitor raksasa lainnya.

Kebijakan ini pun menuai respons positif dari mitra pengemudi. “Potongannya hanya 5 persen. Itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami sebagai driver. JAM Street sangat memanusiakan driver,” aku Ida Farida, salah seorang pengemudi lokal yang bergabung.

Siapkan Fitur Kesehatan hingga Aset Kripto

Sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan layanan transportasi, pesan-antar makanan (kuliner), belanja warung harian, kurir, hingga pembayaran tagihan digital (PPOB), JAM Street tidak berhenti pada layanan konvensional.

Pihak manajemen tengah mematangkan sejumlah inovasi fitur mutakhir yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, di antaranya:

    • Fitur Kesehatan (Fitness Challenge): Mendorong pola hidup sehat lewat tantangan olahraga. Pengguna yang berhasil menyelesaikan tantangan akan mendapatkan reward (hadiah).
    • Layanan Bisnis ke Bisnis (B2B): Menyediakan integrasi layanan digital komersial antar-perusahaan.
    • Aset Digital Berbasis Kripto: Pengembangan token digital sebagai bagian dari modernisasi ekosistem keuangan platform.

Direktur Operasional JAM Street, Mochtar Karim Wenno, menegaskan visi besar di balik berdirinya aplikasi ini. “JAM Street lahir dari Banten untuk Indonesia. Kami ingin menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan menciptakan ekosistem digital yang saling menguntungkan antara pengemudi, konsumen, dan pelaku UMKM lokal,” pungkas Mochtar. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *