CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis periode 2026–2029 resmi dilantik di Aula Pendopo Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (10/7/2026). Mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh: Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Pengabdian untuk Ciamis Sehat,” pelantikan ini menjadi babak baru kolaborasi strategis antara organisasi profesi dan pemerintah daerah.
Sinergi untuk Derajat Kesehatan Masyarakat
Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dukungan besar tenaga kesehatan terhadap visi pembangunan Ciamis.
Sebagai bukti komitmen nyata, Pemkab Ciamis mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp208 miliar per tahun untuk RSUD Ciamis dan RSUD Kawali. “Seluruh anggaran tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan rumah sakit agar masyarakat mendapatkan akses kesehatan terbaik,” ujar Bupati.
Komitmen IDI: Profesional dan Adaptif
Ketua IDI Cabang Ciamis yang baru dilantik, dr. H. Rizali Sofiyan, M.M., menegaskan bahwa kepengurusan baru akan membawa semangat kolaboratif. Ia mengedepankan nilai kearifan lokal Sunda, silih asah, silih asih, dan silih asuh, sebagai fondasi organisasi.
“Kebersamaan adalah kekuatan. Kami berkomitmen membangun IDI Ciamis yang profesional, adaptif, dan responsif. Sesuai filosofi hirup ulah ngarasa pangpinterna, tapi kudu jadi pangmangpaatna, kami hadir untuk menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi sesama,” tegas dr. Rizali.
Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan IDI Ciamis antara lain:
-
Penguatan Sinergi: Mempererat hubungan dengan Pemkab, Puskesmas, BPJS Kesehatan, dan organisasi profesi kesehatan lainnya.
-
Transformasi Digital: Digitalisasi organisasi untuk pelayanan anggota yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
-
Pendidikan Berkelanjutan: Peningkatan kompetensi anggota melalui kegiatan ilmiah yang konsisten.
Menjawab Tantangan Regulasi Baru
Ketua IDI Wilayah Jawa Barat, dr. Mohamad Luthfi, Sp.PD., mengingatkan bahwa berlakunya UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan membawa tantangan tersendiri bagi organisasi profesi, terutama terkait kewenangan pembinaan dan rekomendasi izin praktik.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, IDI Jawa Barat kini memperkuat perlindungan hukum melalui pembentukan lembaga bantuan hukum bagi anggotanya. Selain itu, dr. Luthfi menekankan urgensi peran IDI Ciamis dalam membantu pemerintah daerah menuntaskan isu kesehatan krusial seperti:
-
Penanganan kasus stunting.
-
Pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC).
-
Peningkatan cakupan imunisasi nasional.
-
Pemerataan distribusi tenaga dokter spesialis di wilayah Ciamis.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi seluruh tenaga medis di Ciamis untuk memperteguh komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan berbasis pada integritas profesi demi masyarakat Ciamis yang lebih sehat dan sejahtera. (HD)





