LEBAK- MATA-PERISTIWA.ID – Sebagai putra daerah, H. Hamim tidak ingin hanya dikenal sebagai pengusaha otomotif sukses di Banten. Ia ingin meninggalkan jejak yang lebih dalam: jejak di atas tanah pertanian Lebak, Banten.
Selain memiliki Dapur MBG SPPG Hamim Center, H. Hamim kini secara resmi merambah dunia pertanian dengan sebuah misi besar yang sangat jelas.
Sementara itu, H. Hamim, saat diwawancarai awak media online MATA-PERISTIWA.ID, ia menjelaskan, tengah membangun sentral pertanian di Kabupaten Lebak dengan tujuan utama untuk menyetarakan harga pasokan sayur-mayur dan memenuhi bahan pokok keperluan masyarakat.
Komitmen itu bukan sekadar wacana. Saat ini, H. Hamim tengah melakukan pembebasan lahan seluas 20 hektar di wilayah Cileles, Lebak. Lahan tersebut akan ia jadikan sebagai sentral pertanian modern dan terintegrasi.
“Ya, intinya untuk menyetarakan harga pasokan sayur-mayur. Makanya kami lagi pembebasan lahan 20 hektar di Cileles,” ujar H. Hamim. Jum’at (30/10/2026).
Lahan 20 hektar di Cileles ini akan menjadi hulu, tempat sayur-mayur diproduksi secara massal oleh petani lokal binaan. Hasilnya akan menjadi hilir, diserap untuk memenuhi kebutuhan pasar di Banten dan menjadi bahan baku utama Dapur MBG yang ia miliki.
Dengan menguasai hulu dan hilir, H. Hamim optimistis dapat memangkas rantai distribusi yang selama ini membuat harga sayur tidak setara.
“Kalau petani untung, harga di pasar setara, dan stok bahan pokok aman, maka tidak ada lagi perut yang kosong atau perut bolong. Itu visi dan misi kami,” tegas pengusaha yang juga dikenal sebagai owner Hamim Center tersebut.
Untuk itu, langkah putra daerah yang merambah dari otomotif ke pertanian dengan pembebasan lahan 20 hektar di Cileles ini menjadi bukti nyata keseriusan H. Hamim dalam membangun kedaulatan pangan, dimulai dari tanah kelahirannya di Lebak, untuk Banten.
Sementara itu, H. Hamim berkantor di Jl. Arief Rahman Hakim, Pasar Keong, Cibadak, Rangkasbitung, Banten.




