Koridor Ekonomi Selatan Jabar: Ciamis Bersiap Jadi Hub Agroindustri dan Distribusi Pangan Priangan Timur

MATA-PERISTIWA.ID | CIAMIS – Kabupaten Ciamis diproyeksikan bakal mengalami transformasi besar dalam beberapa tahun ke depan. Daerah yang dikenal sebagai produsen komoditas primer ini sedang bersiap mengubah wajahnya menjadi pusat agroindustri dan distribusi pangan utama di wilayah Priangan Timur.

Peluang emas tersebut terbuka lebar seiring masuknya Kabupaten Ciamis ke dalam program pengembangan Koridor Ekonomi Selatan Jawa Barat. Program strategis ini diketahui telah menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis, Eka Permana Oktaviana, S.T., M.A.P., menegaskan hal tersebut. Ia menyebut Ciamis memiliki posisi yang sangat strategis, baik sebagai kawasan produksi pangan maupun sebagai hinterland (daerah penyangga).

“Kami berharap Ciamis dapat menjadi hub bagi berbagai produk pertanian yang dihasilkan di wilayah Priangan Timur,” ujar Eka Permana Oktaviana kepada media, Senin (29/6/2026).

Kontribusi Ekonomi dan Modal PDRB Rp47 Triliun

Menurut Eka, posisi strategis ini menjadikan Ciamis sebagai pemasok utama bahan baku pertanian. Selain itu, Ciamis bertindak sebagai penyangga utama bagi kebutuhan wilayah pusat perdagangan dan jasa di sekitarnya.

Bersama dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis menjadi tulang punggung perekonomian Koridor Selatan Jawa Barat. Ketiga daerah ini menyumbang kontribusi fantastis, yakni sekitar 77 persen terhadap total aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Kekuatan ekonomi ini dipertegas oleh nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Ciamis. Pada tahun 2025 lalu, angka PDRB daerah bertajuk Tatar Galuh ini tercatat telah menembus sekitar Rp47 triliun.

Mengingat sektor pertanian menyumbang hampir 29 persen dari total perekonomian koridor, sektor ini dinilai menjadi magnet kuat untuk menarik minat investor. Khususnya, investasi pada sektor hilirisasi hasil pertanian serta perikanan.

Bacaan Lainnya

Peluang Investasi dan Tantangan Hilirisasi

Pemerintah Kabupaten Ciamis kini tengah membuka pintu lebar-lebar bagi para investor. Ada beberapa sektor potensial yang diprioritaskan untuk dikembangkan di masa depan, antara lain:

  • Industri Pengolahan: Pembangunan pabrik pengolahan hasil tani dan ikan.

  • Infrastruktur Logistik: Pergudangan modern, pusat distribusi regional, dan fasilitas cold storage.

  • Kawasan Khusus: Sentra pangan terpadu, kawasan agrohortikultura, serta rumah kemas (packing house).

Meski potensinya melimpah, Eka tidak menampik adanya tantangan nyata. Saat ini, tantangan terbesar Ciamis adalah belum optimalnya proses hilirisasi dan integrasi rantai nilai produk lokal.

Oleh karena itu, kehadiran investasi di sektor industri makanan dan minuman menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Langkah ini diperlukan agar komoditas lokal memiliki nilai tambah tinggi dan tidak lagi dijual keluar daerah dalam bentuk bahan mentah.

Dampak Pengganda (Multiplier Effect) dan Dukungan Regulasi

Berdasarkan simulasi ekonomi yang dilakukan, pembangunan infrastruktur konektivitas jalan, transportasi, logistik, hingga industri pengolahan di Ciamis diprediksi akan membawa dampak luar biasa. Sektor-sektor ini mampu menghasilkan multiplier effect hingga sebesar 1,78 kali.

“Artinya, setiap investasi yang masuk ke Ciamis berpotensi menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat hingga 1,78 kali lipat,” jelas Eka secara rinci.

Kemudahan berinvestasi di Ciamis juga dipastikan berjalan mulus berkat dukungan regulasi pusat. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021, para investor mendapatkan kepastian hukum sekaligus peluang pasar yang jauh lebih luas.

Apalagi, Ciamis memiliki kedekatan geografis dan akses transportasi yang mudah menuju Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga kawasan wisata internasional Pangandaran. Konektivitas inilah yang membuat Ciamis kian seksi di mata dunia usaha.

“Dengan peluang besar di Koridor Selatan Jawa Barat ini, kami sangat optimistis pertumbuhan investasi di Ciamis akan meningkat secara progresif dan berkelanjutan dalam satu hingga dua dekade ke depan,” pungkasnya optimistis. ***HD***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *