GRESIK, mata-peristiwa.id — Laju industrialisasi yang terus berkembang di Kabupaten Gresik dinilai belum sepenuhnya berdampak merata terhadap tenaga kerja lokal. Persoalan eksklusi masyarakat dalam dunia industri menjadi perhatian serius Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Gresik.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan seminar bertema “Problem Eksklusi dalam Industrialisasi” Strategi Analisis Sinkronisasi Struktural dan Disparitas Spesialisasi SDM Lokal di Kabupaten Gresik” yang digelar pada Jumat (29/5/2026) pukul 14.00 WIB di GNI Gresik.

Ketua LIRA Kabupaten Gresik, Wiwit Arhamur Ridlo, menyampaikan bahwa industrialisasi di Gresik harus diimbangi dengan keberpihakan nyata terhadap kualitas dan penyerapan sumber daya manusia lokal.

Menurutnya, selama ini masih terjadi ketimpangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja masyarakat sekitar. Kondisi tersebut memicu munculnya eksklusi atau tersisihnya SDM lokal dari peluang kerja strategis di kawasan industri.
“Pertumbuhan industri di Gresik sangat pesat, namun perlu ada sinkronisasi yang serius antara kebutuhan perusahaan dengan kompetensi SDM lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, seminar tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus evaluasi bersama antara elemen masyarakat, akademisi, pemerintah, hingga pelaku industri guna mencari formulasi konkret dalam mengatasi disparitas tenaga kerja.
Selain itu, LIRA mendorong adanya penguatan pelatihan vokasi, peningkatan kualitas pendidikan berbasis kebutuhan industri, hingga kebijakan afirmatif yang memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.

“Jangan sampai industrialisasi justru menciptakan kesenjangan sosial baru. Harus ada keberpihakan terhadap masyarakat lokal agar pembangunan industri berjalan inklusif dan berkeadilan,” tegas Wiwit.
Kegiatan seminar ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan pelaku industri dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih selaras, kompetitif, dan berpihak kepada masyarakat Gresik. ET/Redaksi








