CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Sebanyak 840 masjid dan musala di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, secara serentak melaksanakan aksi Gerakan Bersih-bersih Masjid (Geber Mas) pada Senin (10/8/2026). Aksi resik-resik massal ini diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, kick-off kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis. Gerakan ini melibatkan unsur ASN Kemenag, pengurus DKM, remaja masjid, majelis taklim, Ormas Islam, hingga masyarakat umum.
Melampaui Target, Antusiasme Wilayah Luar Biasa
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Geber Mas di Ciamis merupakan bentuk sinergi antara Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pengurus masjid setempat.
“Target awal kami sebenarnya 780 titik, namun respons di lapangan sangat luar biasa hingga mencapai 840 titik atau sekitar 107,69 persen dari target awal,” ujar Asep.
Berdasarkan data Kemenag Ciamis yang mencakup 26 KUA kecamatan, beberapa wilayah bahkan mencatatkan partisipasi melebihi kuota. Kecamatan Cipaku memimpin dengan 45 lokasi, disusul Sadananya (41), Cihaurbeuti (39), Purwadadi (38), serta Kecamatan Ciamis dan Lakbok masing-masing 35 lokasi.
Asep menekankan agar kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan tumbuh menjadi budaya menjaga kebersihan tempat ibadah bersama.
“Harapan kita, masjid selalu bersih dan nyaman. Jangan sampai masyarakat lebih memilih rest area untuk beristirahat saat dalam perjalanan ketimbang masjid. Fasilitas tempat ibadah harus siap dan enak digunakan,” tegasnya.
Masjid Sebagai Center of Excellence dan Pusat Peradaban
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Ciamis, Moh Aip Maptuh, menjelaskan bahwa Geber Mas dirancang untuk menguatkan tiga fungsi utama pengelolaan tempat ibadah: idaroh (pengelolaan), imaroh (pemakmuran), dan riayah (pemeliharaan).
“Muaranya ada pada pemakmuran masjid. Kita ingin menjadikan masjid sebagai markazul hayah atau pusat kehidupan masyarakat dan pusat peradaban,” kata Aip.
Aip berharap, melalui aksi bersih-bersih ini, fungsi masjid di Ciamis terus meluas—tidak hanya dipakai untuk ibadah mahdhah (ritual ibadah utama), tetapi juga terbuka bagi kegiatan ghairu mahdhah yang berdampak positif pada sosial-kemasyarakatan. (HD)





