SAMPANG, MATA-PERISTIWA.ID – Semangat kebersamaan dan gotong royong terus mewarnai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Kamis (23/7/2026). Satgas TMMD bersama warga setempat terus menggenjot pengerjaan sasaran fisik berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Mahmudah, seorang penjual kerupuk keliling.
Gotong Royong Wujudkan Hunian Layak
Saat ini, proses pembangunan rumah Ibu Mahmudah telah memasuki tahap plamir dinding. Tahapan ini merupakan bagian dari penyelesaian akhir (finishing) agar bangunan menjadi lebih rapi, layak, sehat, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, proses pengerjaan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat sekitar yang bahu-membahu bersama personel Satgas. Sinergi yang terjalin di lapangan memperlihatkan kemanunggalan yang kuat antara TNI dan rakyat.
Koordinator lapangan Satgas TMMD, Peltu Karmuji, mengungkapkan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci utama dalam mempercepat penyelesaian target fisik program tersebut.
“Gotong royong yang terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu mempercepat pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Peltu Karmuji di sela-sela peninjauan pekerjaan.
Ungkapan Haru dan Syukur Pemilik Rumah
Bantuan renovasi rumah ini membawa kebahagiaan mendalam bagi Ibu Mahmudah. Di tengah keterbatasannya sebagai penjual kerupuk keliling, ia tak mampu menyembunyikan rasa haru dan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan oleh jajaran TNI dan warga desa.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI serta semua warga yang telah membantu. Semoga pekerjaan ini cepat selesai sehingga saya dan keluarga bisa segera menempati rumah yang lebih layak. Dukungan dan kepedulian ini menjadi semangat baru bagi kami,” ungkap Ibu Mahmudah dengan mata berkaca-kaca.
Melalui program TMMD Ke-129 ini, kehadiran TNI tidak hanya menghadirkan wujud nyata pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga merajut kembali nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial demi membangun kesejahteraan masyarakat dari pelosok desa.





