Silaturahmi Bersama RT/RW Tanjungpinang, Rahma dan Rudi Sampaikan Rencana Reses Randi

TANJUNGPINANG, MATA-PERISTIWA.ID – Mantan Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP., MM., bersama mantan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Randi Zulmariadi, S.M., M.M., menggelar pertemuan tatap muka sekaligus silaturahmi dengan sejumlah ketua RT/RW serta mantan RT/RW se-Kota Tanjungpinang.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Veteran, Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Minggu (13/9/2026).

Rahma mengatakan, pertemuan tersebut digelar semata-mata untuk menjalin silaturahmi sekaligus melepas kerinduan dengan para RT dan RW yang selama ini pernah berinteraksi dengannya.

“Pertemuan ini hanya untuk melepaskan rindu dengan RT/RW, semata-mata silaturahmi. Pesan saya, patuhi pemimpin yang ada,” ujar Rahma.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan rencana Randi Zulmariadi yang akan melaksanakan kegiatan reses di Kota Tanjungpinang pada Oktober mendatang.

Para RT dan RW diharapkan dapat menyiapkan berbagai aspirasi maupun program yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing untuk disampaikan dalam kegiatan reses tersebut.

Salah seorang RT dari wilayah Kecamatan Bukit Bestari mengungkapkan, setelah dilakukan perampingan RT dan pemilihan RT baru, belum ada kegiatan pertemuan maupun silaturahmi yang mempertemukan para RT dan RW se-Kota Tanjungpinang.

“Setelah saya terpilih menjadi RT, belum ada pertemuan antar-RT/RW se-Kota Tanjungpinang. Baru Bu Rahma dan Pak Rudi yang melakukan pertemuan ini, sehingga kami bisa saling kenal,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, salah seorang RT dari wilayah Tanjung Unggat yang telah sekitar 20 tahun menjabat mengaku memilih mengundurkan diri karena persoalan wilayah yang menurutnya membingungkan.

Ia menyebut, sebelumnya pernah terjadi pemekaran wilayah yang membuat sebagian warga di wilayahnya ditarik. Namun, setelah dilakukan perampingan RT, jumlah warga justru bertambah sementara batas wilayah RT semakin diperkecil.

“Dulu terjadi pemekaran, warga di wilayah saya ditarik. Sekarang terjadi perampingan, warga bertambah, tetapi batas wilayah malah diperkecil,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu juga muncul pembahasan mengenai informasi kenaikan insentif RT menjadi Rp1 juta per bulan. Salah seorang RT menyebut informasi tersebut belum sesuai dengan kondisi yang mereka terima.

Menurutnya, hingga saat ini insentif yang diterima masih sebesar Rp600 ribu dan dana tersebut juga harus dibagi untuk kebutuhan pengurus.

“Zaman Wali Kota Bu Rahma, gaji RT Rp600 ribu dan setiap tanggal 5 sudah masuk. Kalau saat ini gaji yang kabarnya Rp1 juta itu belum ada kami terima,” tutupnya.

(Leni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *