GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, secara resmi melepas pengiriman ekspor komoditas rajungan ke Amerika Serikat. Pelepasan tersebut berlangsung di fasilitas produksi CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik (KIG), Senin (29/06/2026).
Agenda ekspor ini menjadi simbol nyata kolaborasi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam memperkuat hilirisasi produk unggulan dari kawasan transmigrasi. Selain itu, momentum ini menegaskan posisi strategis Kabupaten Gresik sebagai salah satu simpul utama industri pengolahan perikanan berorientasi global.
Aksi ekspor ini lahir dari kerja sama terintegrasi antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas. Menariknya, bahan baku rajungan dipasok langsung dari kawasan transmigrasi lintas pulau, mulai dari Sorong (Papua), Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat), hingga wilayah pesisir lokal di Gresik dan Lamongan. Seluruh hasil tangkapan nelayan tersebut kemudian diolah secara higienis di Gresik sebelum bertolak ke pasar sasarannya di Amerika Serikat.
Gresik Jadi Pusat Konektivitas Hilirisasi Nasional
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menghubungkan wilayah hulu (potensi sumber daya alam kawasan transmigrasi) dengan wilayah hilir (industri manufaktur di Gresik).
“Di tengah dinamika dan situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia secara konsisten. Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan volumenya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih,” ungkap Gus Yani optimis.
Gus Yani memaparkan bahwa keberhasilan ekspor rajungan ini ditopang oleh sektor padat karya yang mengandalkan keterampilan tinggi dari sumber daya manusia lokal, terutama para pekerja perempuan yang mampu memenuhi standar kualitas ketat pasar internasional.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Gresik membuka ruang kolaborasi melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor industri pengolahan.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk memfasilitasi pelatihan yang tersertifikasi. Jika perusahaan membutuhkan peningkatan kapasitas pekerjanya, pemerintah daerah siap mengawal. Kapasitas SDM adalah investasi bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, dalam sesi doorstop bersama awak media, Gus Yani menilai skema kerja sama ini membuka pintu gerbang bagi hilirisasi komoditas potensial lainnya di masa depan.
“Posisi geografis dan infrastruktur industri Gresik sangat strategis. Hari ini rajungan menjadi contoh sukses. Kedepan, bukan tidak mungkin komoditas lain seperti kakao maupun kopra dari kawasan transmigrasi di Indonesia Timur juga dapat diolah di Gresik untuk diberi nilai tambah,” tuturnya.
Arah Baru Transmigrasi Era Prabowo Subianto
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan bahwa aktivitas ekspor ini mematahkan stigma lama. Kawasan transmigrasi kini terbukti tidak hanya berfokus pada sektor pangan dan agraria, tetapi juga mampu memproduksi komoditas maritim berdaya saing internasional.
“Melalui kemitraan strategis dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan tradisional di kawasan transmigrasi kini terhubung langsung dengan rantai pasok ekspor, memberikan nilai ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat di daerah,” kata Viva Yoga.
Ia menerangkan, sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi mengemban empat misi utama:
-
Memperkuat persatuan bangsa.
-
Mengentaskan kemiskinan di daerah pinggiran.
-
Mendukung kedaulatan dan swasembada pangan.
-
Menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.
Komoditas Bernilai Tinggi dan Serap Tenaga Kerja
Viva Yoga mengungkapkan, permintaan pasar Amerika Serikat terhadap komoditas rajungan asal Indonesia masih sangat tinggi. Saat ini, pengiriman ekspor dari CV Kudatama Mas dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan.
| Atribut Ekspor | Detail Informasi |
| Perusahaan Pelaksana | CV Kudatama Mas (Kawasan Industri Gresik) |
| Negara Tujuan | Amerika Serikat (AS) |
| Frekuensi Ekspor | 2 Kali per Bulan (Rutin) |
| Volume per Kontainer | ± 16 Ton |
| Estimasi Nilai Ekonomi | Rp14 Miliar – Rp15 Miliar per Pengiriman |
Ia juga memuji sistem pengolahan manual yang diterapkan di CV Kudatama Mas karena dinilai mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memberikan dampak sosial ekonomi yang masif (multiplier effect).
“Kementerian Transmigrasi juga terus bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengoptimalkan produktivitas nelayan di wilayah pesisir transmigrasi. Jika pasokan bahan baku dari daerah asal semakin besar dan berkelanjutan, peluang untuk membangun fasilitas pengolahan langsung di kawasan transmigrasi juga akan terbuka lebar,” pungkasnya.
Reporter: Etik (ET)









