BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Polda Jawa Barat menegaskan komitmen penegakan kedisiplinan di tubuh internal kepolisian dengan menggembleng seluruh personel melalui kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin). Pemeriksaan maraton ini dihelat di tengah bergulirnya Operasi Patuh Lodaya 2026 guna memastikan bahwa para petugas bebas pelanggaran sebelum terjun mendisiplinkan masyarakat di jalan raya.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kedisiplinan internal merupakan syarat mutlak dalam membangun legitimasi penegakan hukum lalu lintas. Menurutnya, aparat wajib memposisikan diri sebagai teladan nyata kepatuhan aturan.
“Sebelum menertibkan dan mendisiplinkan masyarakat di jalan raya, kita harus memastikan internal kita sendiri sudah tertib dan patuh aturan. Petugas di lapangan wajib menjadi contoh teladan,” tegas Kombes Pol. Raydian Kokrosono.

Propam Cek Dokumen Pribadi Hingga Kelayakan Kendaraan Dinas
Dalam mekanisme pemeriksaan, jajaran Bidang Pengamanan Internal (Bidpropam) Polda Jabar bersama Ditlantas menyisir seluruh personel tanpa terkecuali. Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen perseorangan seperti Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kennikmatan/Kendaraan (STNK), serta identitas resmi lainnya.
Tak berhenti pada kelengkapan fisik dokumen, kondisi teknis dan kelaikan operasional kendaraan turut diawasi secara ketat. Sasaran inspeksi mencakup kendaraan dinas operasional maupun kendaraan pribadi yang dipergunakan personel untuk menunjang mobilitas kedinasan harian.
Polda Jabar memposisikan Gaktibplin bukan sebatas formalitas administratif, melainkan instrumen mitigasi agar tidak ada celah penyimpangan oknum di lapangan selama razia lalu lintas berlangsung.
Sanksi Tegas Menanti Anggota yang Melanggar
Dirlantas Polda Jabar mewanti-wanti seluruh anggotanya agar tidak mengabaikan aturan hukum yang sama yang dibebankan kepada masyarakat umum.
“Jangan sampai ada anggota yang menindak pelanggar, tetapi kelengkapan dirinya sendiri justru bermasalah. Apabila ditemukan ada personel yang melanggar, tentu akan ada sanksi dan tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku,” lanjut Dirlantas.
Melalui pengawasan internal yang objektif dan transparan ini, Polda Jabar optimistis Operasi Patuh Lodaya 2026 dapat mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta memperkuat kepercayaan (public trust) masyarakat terhadap pelayanan kepolisian lalu lintas di Jawa Barat.
(Redaksi)




