MH, siswa SD di Pangandaran jadi korban pembacokan lansia inisial AS. MH mengalami luka serius di bagian kepala setelah diserang menggunakan parang.
Pangandaran, mata-peristiwa.id – MH, siswa Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban pembacokan oleh seorang lansia di wilayah Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dilaporkan mengalami perubahan perilaku. Bocah malang tersebut kini cenderung menutup diri dan lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri di rumah.
Hasan (43), orang tua korban, mengungkapkan bahwa keceriaan putranya seolah meredup sejak insiden berdarah itu menimpanya. Saat ini, MH lebih memilih berdiam diri di dalam rumah sambil bermain gim di ponselnya daripada beraktivitas di luar.
“Kondisinya sekarang lebih banyak diam dan menyendiri. Aktivitasnya cuma main game saja,” ujar Hasan saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/4/2026).
Perubahan drastis ini menimbulkan kekhawatiran bagi pihak keluarga. Hasan mengaku tidak menyangka musibah yang biasanya ia lihat di berita daerah lain justru menimpa darah dagingnya sendiri.
Meski masih tampak trauma, harapan muncul saat teman-teman sebaya MH datang menjenguk. Menurut Hasan, anaknya sudah mulai mau berinteraksi dan sedikit bercanda dengan teman-temannya. Ia berharap hal tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan psikis sang anak.
Upaya Pemulihan Mental Siswa SD Korban Pembacokan Lansia di Pangandaran
Terkait upaya pemulihan mental, Hasan menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui dinas terkait sudah mengambil langkah cepat. Pendampingan psikologis dijadwalkan akan segera dilakukan untuk membantu MH melewati masa traumatisnya.
“Kemarin dari Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas KB. Rencananya Senin atau Selasa besok akan ada pendampingan dari psikolog,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, MH mengalami luka serius di bagian kepala setelah diserang oleh pria paruh baya berinisial AS menggunakan senjata tajam jenis parang pada Kamis (16/4/2026).
Insiden memilukan di lingkungan sekolah ini diduga dipicu oleh rasa sakit hati pelaku. Pasca kejadian, korban sempat menjalani perawatan medis intensif di Puskesmas Padaherang. HD***


