Tekan Angka Thalasemia di Jabar, Wali Kota Bandung dan Pemprov Perkuat Skrining Genetik

KOTA BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh penguatan deteksi dini dan skrining genetik thalasemia bagi masyarakat.

Langkah ini direalisasikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bekerja sama dengan RSAB Harapan Kita pada Senin (27/7/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi kolaborasi strategis antar-rumah sakit rujukan nasional tersebut. Menurutnya, edukasi pencegahan penyakit genetik ini sangat krusial dalam membentuk kesadaran masyarakat sejak dini.

“Atas nama Pemkot Bandung, kami mengapresiasi inisiatif RSHS dan RSAB Harapan Kita yang terus menghadirkan inovasi dalam penanganan thalasemia. Upaya seperti ini sangat penting karena membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini,” ujar Muhammad Farhan, Senin (27/7/2026).

Jawa Barat Sumbang 40 Persen Kasus Thalasemia Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengungkapkan bahwa thalasemia masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian lintas sektor.

Data nasional menunjukkan prevalensi pembawa sifat (carrier) thalasemia di Indonesia berada di angka 3–10 persen dari total populasi. Dari angka tersebut, sekitar 40 persen penyandang thalasemia berada di wilayah Jawa Barat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pendampingan sehingga angka kasus thalasemia dapat terus ditekan. Harapannya, kualitas hidup para penyandang juga semakin meningkat,” tegas Erwan.

Pemeriksaan Sampel Air Liur dan Skrining Genetik

Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini diintegrasikan sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang memberikan dampak langsung kepada warga.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menyebutkan bahwa kolaborasi dengan rumah sakit regional menjadi kunci keberhasilan penjangkauan program kesehatan nasional.

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 dan HUT ke-103 RSHS ini melibatkan:

  • 484 penyandang thalasemia beserta keluarga

  • 90 sampel air liur yang dikumpulkan untuk mendukung penelitian serta penguatan skrining genetik

Melalui pengambilan sampel air liur dan skrining genetik, keluarga penyandang dapat mengetahui status pembawa sifat sejak dini. Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan risiko penurunan penyakit thalasemia pada generasi berikutnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *