GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Garut kini memunculkan dinamika menarik dengan hadirnya para tokoh berpengalaman politik praktis. Salah satunya adalah mantan Anggota DPRD Kabupaten Garut, Dede Salahudin, yang menyatakan kesiapannya untuk turun gunung membangun tata kelola pemerintahan desa.
Pria yang akrab disapa Kang Dede tersebut resmi mendaftarkan diri dan menjadi salah satu calon kuat dalam bursa Pemilihan Kepala Desa PAW di Desa Caringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pengalaman Legislatif untuk Kemajuan Desa
Keikutsertaan mantan legislator dalam kontestasi politik tingkat desa ini dinilai sebagai bukti tingginya antusiasme berbagai elemen tokoh untuk berkontribusi langsung pada masyarakat akar rumput. Berbekal pengalaman di kursi parlemen kabupaten, Kang Dede diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap sistem birokrasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui jalur musyawarah.
Sesuai regulasi daerah, setiap warga negara termasuk mantan anggota dewan memiliki hak konstitusional yang sama untuk mencalonkan diri dalam Pilkades PAW, selama mampu memenuhi seluruh persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
“Saya ingin memaksimalkan kekuatan yang dimiliki desa kita, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, keagamaan, kesehatan, maupun sosial, agar kesejahteraan warga bisa lebih merata,” ujar Kang Dede Salahudin kepada awak media saat dikonfirmasi pada Minggu (31/5/2026).
Fokus pada Sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif
Dengan mengusung visi pembangunan berbasis potensi lokal, Kang Dede menilai Desa Caringin menyimpan banyak potensi sektor riil yang selama ini belum tergarap secara optimal. Beberapa sektor prioritas yang akan menjadi fokus kerjanya meliputi:
- Pengembangan Ekonomi Kreatif berbasis komunitas warga.
- Pemberdayaan UMKM lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
- Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembenahan sektor pendidikan formal dan keagamaan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak dapat bertumpu pada jajaran birokrasi semata, melainkan harus melibatkan kolaborasi aktif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi pemuda setempat.
Mengutamakan Ruang Musyawarah yang Terbuka
Jika nantinya diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Desa Caringin, Kang Dede berkomitmen untuk membuka ruang transparansi publik dan musyawarah yang jauh lebih luas dari sebelumnya.
“Aspirasi warga akan menjadi dasar dalam setiap kebijakan desa, sehingga program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya akan berusaha meningkatkan potensi masyarakat dan potensi wilayah menuju masyarakat sejahtera berbasiskan musyawarah,” tambahnya.
Pendekatan humanis dan program kerja yang terukur ini membuat dukungan terhadap Kang Dede terus mengalir dari berbagai kalangan, terutama dari para pemuda desa dan pemuka agama yang merindukan adanya perubahan positif di Desa Caringin. Dengan semangat gotong royong, ia optimistis dapat membawa Desa Caringin bertransformasi menjadi wilayah yang mandiri, sejahtera, dan maju. (IRWI)








