Polytama Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemangku kepentingan Daerah, Sosialisasikan PPB Balongan

Indramayu, mata-peristiwa.id – PT Polytama Propindo (Polytama), produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, terus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan strategis di Kabupaten Indramayu melalui kegiatan Sosialisasi Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu yang digelar di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jumat (19/6).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polytama dalam membangun kesepahaman bersama menjelang dimulainya tahap konstruksi Proyek PPB Balongan yang merupakan salah satu proyek pengembangan strategis Polytama untuk memperkuat industri petrokimia nasional.

Sosialisasi dihadiri oleh segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu termasuk Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Kepolisian Indramayu dan Komandan Kodim 0616. Polytama juga turut mengundang seluruh jajaran dan Kepala Dinas terkait, Pemerintah Daerah serta pemerintah desa yang terdapat di area ring-1 plant site Polytama. Turut hadir perwakilan kontraktor EPC proyek dari Wuhuan Engineering Co. Ltd dan Direktur PT Enviromate Technology International (ETI).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi kepada Polytama atas inisiatif penyelenggaraan sosialisasi sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik sekaligus komitmen perusahaan dalam melibatkan berbagai pemangku kepentingan sejak tahap awal pelaksanaan proyek. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi memiliki peran strategis sebagai sarana komunikasi, koordinasi, dan sinergi antar pihak. “Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut baik adanya proyek Polypropylene Plant Balongan ini. Kita sama-sama berdoa supaya PPB bisa memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat Indramayu mulai dari prosesnya hingga nanti mulai beroperasi. Semoga bisa membawa kebaikan untuk Indramayu dan Nasional di masa mendatang,” ucap Lucky Hakim.

Melalui forum tersebut, Polytama menyampaikan perkembangan terbaru proyek sekaligus membuka ruang dialog untuk menyerap masukan dan pandangan dari seluruh pemangku kepentingan daerah. Dalam sesi paparan, Presiden Direktur Polytama Permono Avianto menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh unsur Forkopimda terhadap pengembangan proyek perusahaan.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proyek serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dalam sosialisasi, Polytama menjelaskan bahwa perusahaan akan memulai pembangunan plant polipropilena kedua dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun sehingga kapasitas produksi Polytama menjadi 600 ribu ton per tahun atau dua kali lipat dibandingkan kapasitas saat ini.

Pengembangan kapasitas tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan polipropilena nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar kebutuhan pasar masih dipenuhi melalui impor sehingga menciptakan peluang besar bagi pengembangan industri petrokimia nasional. Polytama menilai proyek PPB memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Selain itu, konsumsi polipropilena per kapita Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan sehingga potensi pertumbuhan permintaan dalam jangka panjang masih sangat besar.

Bacaan Lainnya

Polipropilena sendiri merupakan bahan baku penting yang digunakan dalam berbagai produk sehari-hari mulai dari kemasan makanan, peralatan rumah tangga, komponen otomotif, karung kemasan, produk kesehatan, hingga berbagai kebutuhan industri manufaktur. Polytama menargetkan proyek dapat diselesaikan tepat waktu, tepat spesifikasi, tepat anggaran, sesuai regulasi, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bentuk keterbukaan, sosialisasi kepada Forkopimda dilakukan untuk memastikan seluruh pihak memperoleh informasi yang utuh mengenai tujuan, manfaat, tahapan, serta rencana pelaksanaan proyek.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar melalui kolaborasi yang baik antara Polytama, kontraktor EPC, pemerintah daerah, serta seluruh unsur Forkopimda. Dukungan, masukan, dan komunikasi yang konstruktif tentu akan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proyek dan meminimalkan berbagai risiko yang mungkin timbul,” ucap Permono.

Selain memberikan manfaat bagi industri nasional, Polytama juga berharap proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indramayu, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan proyek dan kompetensi yang dibutuhkan pada setiap tahapan pekerjaan, keterlibatan pelaku usaha lokal, maupun tumbuhnya aktivitas ekonomi pendukung lainnya. Lebih dari itu, Polytama berharap Proyek PPB ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya proyek proyek industri lainnya di Kabupaten Indramayu, sejalan dengan program hilirisasi yang terus didorong oleh Presiden Republik Indonesia.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan daerah, Polytama optimistis Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat berjalan sesuai target dan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta kemajuan Kabupaten Indramayu secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *