SEMARANG, MATA-PERISTIWA.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY tengah melakukan percepatan pengerjaan proyek perbaikan Jalan Gombel Lama, Kota Semarang. Langkah ini dilakukan guna meminimalkan durasi penutupan jalan yang telah berlangsung total sejak Senin, 20 April 2026.
Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan di lapangan tercatat telah mencapai 39,72 persen. Angka ini melampaui target rencana awal yang semula dipatok di angka 17,7 persen.
Percepatan Konstruksi untuk Masyarakat
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah BBPJN Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, menjelaskan bahwa percepatan ini dilakukan agar dampak penutupan jalan terhadap mobilitas masyarakat dapat segera berakhir.
“Realisasinya sudah 39,72 persen dari rencana 17,7 persen. Memang kita lakukan percepatan agar pekerjaan ini segera bisa dinikmati pengguna jalan dan masa penutupannya tidak terlalu lama,” ujar Alfan saat dikonfirmasi, Rabu (17/06/2026).
Dengan penambahan tenaga kerja dan optimalisasi alat berat, pihak BBPJN menargetkan proyek yang awalnya diprediksi memakan waktu tujuh bulan ini, dapat rampung dalam kurun waktu sekitar empat bulan. Jika target tercapai, jalan tersebut diharapkan sudah dapat dibuka kembali untuk masyarakat pada Agustus hingga awal September mendatang.
Detail Pekerjaan di Lapangan
Pekerjaan saat ini difokuskan pada beberapa struktur utama, yakni:
-
Penataan struktur tanah dan pembangunan dinding penahan tanah.
-
Pembangunan drainase dan trotoar.
-
Persiapan pengaspalan yang akan dilakukan secara bertahap.
Salah satu capaian krusial yang telah dirampungkan adalah pemasangan 31 titik bore pile dengan kedalaman hingga 28 meter di area longsoran dekat Sendang Pengantin. Fondasi ini nantinya akan menopang dinding penahan tanah setinggi dua hingga lima meter.
Tanggapan Terkait Dampak Lingkungan
Terkait isu yang beredar mengenai dampak pengerjaan proyek terhadap keretakan rumah warga dan kaitan dengan pembangunan kawasan Pakuwon, pihak BBPJN memberikan klarifikasi:
-
Hingga saat ini, belum ditemukan hubungan langsung antara pekerjaan bore pile dengan keretakan bangunan warga.
-
Pihaknya membantah anggapan yang mengaitkan amblesnya Jalan Gombel Lama dengan pembangunan kawasan Pakuwon, dan menegaskan tidak ada keterkaitan teknis antara keduanya.
Proyek perbaikan dengan nilai anggaran sekitar Rp 17 miliar ini diharapkan dapat segera memberikan solusi infrastruktur yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan di Kota Semarang. ***








