CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui gerakan penanaman pohon massal, Jumat (19/06/2026). Aksi hijau yang berlangsung serentak di 27 kecamatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat mitigasi risiko bencana di wilayah Tatar Galuh Ciamis.
Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 sekaligus peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Fokus pada Wilayah Rawan Bencana
Sebagai langkah konkret, setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) menginisiasi penanaman di titik-titik yang dinilai krusial. Contohnya di Kecamatan Cihaurbeuti, pihak PAC memilih Desa Sukamaju sebagai lokasi penanaman karena memiliki catatan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.
Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah melalui akar pohon, sehingga potensi tanah longsor di masa depan dapat diminimalisasi.
Sebar 1.000 Bibit Pohon
Untuk tingkat kabupaten, seremoni penanaman simbolis dipusatkan di kawasan cagar budaya Situs Jambansari, di mana anggota MPC menanam 200 bibit pohon. Sementara itu, secara simultan seluruh PAC di 27 kecamatan bergerak menghijaukan wilayah masing-masing dengan total lebih dari 1.000 bibit pohon penahan air.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis, Dani Hendraningrat, menegaskan bahwa aksi ini merupakan tanggung jawab moral organisasi terhadap masa depan ekosistem daerah.
“Kami memandang aktivitas menanam pohon ini melampaui batas seremonial belaka. Langkah awal ini menuntut komitmen lanjutan dari seluruh anggota untuk merawat bibit-bibit tersebut hingga tumbuh besar. Ketika kita memperlakukan alam secara baik, maka bumi akan mengembalikan kebaikan itu,” ujar Dani, Jumat (19/06/2026).
Sinergi untuk Lingkungan
Dani menambahkan bahwa gerakan masif ini merupakan pengejawantahan dari program strategis Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat.
Melalui aksi ini, Pemuda Pancasila Ciamis tidak hanya berupaya menyeimbangkan ekosistem yang sempat rusak, tetapi juga mengajak generasi muda untuk lebih menghargai warisan bumi. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan bangsa melalui aksi nyata penyelamatan lingkungan bagi generasi mendatang. ***HD***








