Pipa PDAM 6 Inci Pecah Saat Proyek Box Culvert, Identitas dan Anggaran Pekerjaan Misterius

GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Pekerjaan pemasangan box culvert di Jalan Sekardadu, Dusun Gunungsari, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, memicu kerusakan infrastruktur. Pipa distribusi air milik PDAM Giri Tirta pecah setelah diduga terkena alat berat proyek, Jumat (19/06/2026).

Insiden tersebut menyebabkan air bertekanan tinggi menyembur keluar bak air mancur, yang mengakibatkan gangguan distribusi air bersih bagi warga sekitar.

Respons Cepat Petugas PDAM

Beruntung, tim teknis PDAM Giri Tirta yang dipimpin oleh Tino merespons laporan warga dengan cepat. Langkah sigap petugas di lapangan mendapat apresiasi masyarakat karena mampu meminimalisir durasi kebocoran yang berpotensi merugikan pelanggan lebih luas.

Menanggapi insiden tersebut, Irul, selaku pemborong pelaksana proyek, berdalih bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya jaringan pipa di titik penggalian.

“Tim kami tidak tahu. Informasi awal warga menyebut letak pipa berada di sebelah kanan, sehingga kami mengambil sisi kiri. Ternyata di lokasi tersebut juga terdapat pipa PDAM. Saya rasa ini hanya kesalahpahaman,” ujar Irul saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Proyek Minim Transparansi

Di sisi lain, awak media menyoroti minimnya transparansi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Hingga saat ini, di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek maupun banner yang memuat identitas perusahaan pelaksana, sumber anggaran, maupun nilai pekerjaan.

Ketiadaan papan informasi ini disayangkan banyak pihak karena dinilai melanggar semangat keterbukaan informasi publik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Saat ditanya mengenai detail perusahaan dan anggaran, Irul mengaku tidak mengetahui secara rinci dan mengarahkan konfirmasi ke pihak kelurahan.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak tahu, Pak, karena semua petunjuk dari Pak Lurah sini,” singkatnya.

Pentingnya Koordinasi Utilitas

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kelurahan Ngargosari terkait siapa pelaksana proyek, besaran anggaran, maupun sumber pendanaan pembangunan box culvert tersebut.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi kontraktor dan pemerintah setempat mengenai urgensi pemetaan utilitas bawah tanah sebelum melakukan pengerjaan konstruksi. Koordinasi yang buruk antarpihak bukan hanya merugikan fasilitas umum, tetapi juga berdampak langsung pada pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan evaluasi terhadap prosedur pengerjaan proyek tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Penulis: Et/Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *