Diduga Sarat Kejanggalan, Proyek Irigasi P3A Rafi Jaya Tani Cibiuk Kaler Garut Disoal Warga

GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Proyek pembangunan infrastruktur pertanian yang seharusnya menjadi solusi bagi petani, kini menuai sorotan tajam. Proyek saluran irigasi yang dikerjakan oleh P3A Rafi Jaya Tani, yang diketuai oleh Sdr. Dasep, di kawasan Cibedug, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan memicu keresahan warga.

Proyek di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung ini merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program tersebut sejatinya dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui partisipasi masyarakat, namun implementasinya di lapangan justru dinilai jauh dari harapan.

Temuan Lapangan: Konstruksi Meragukan

Berdasarkan aduan masyarakat dan verifikasi di lokasi, ditemukan sejumlah indikasi fisik yang diduga kuat tidak memenuhi standar konstruksi nasional:

  • Tanpa Galian Pondasi: Pekerjaan pasangan batu untuk dinding saluran diduga tidak diawali dengan galian pondasi yang memadai, padahal pondasi adalah elemen krusial bagi stabilitas struktur.

  • Kualitas Pasangan Batu: Pengerjaan pasangan batu pada bagian dasar hingga tengah saluran diduga hanya disusun satu lapis tanpa menggunakan adukan semen-pasir (mortar).

  • Pengerjaan Asal-asalan: Adukan semen baru terlihat diaplikasikan pada bagian atas penutup, yang menimbulkan kesan pengerjaan hanya untuk tampilan luar (finishing).

“Konstruksinya sangat meragukan. Bagian bawahnya kosong tanpa adukan semen, hanya batu yang ditumpuk-tumpuk begitu saja. Ini kalau nanti musim hujan dan terkena gerusan air sedikit saja, bisa langsung ambrol,” ungkap seorang warga, Selasa (07/07/2026).

Pelanggaran Prinsip Program dan Salah Sasaran

Selain masalah teknis, pelaksanaan proyek oleh P3A Rafi Jaya Tani ini juga disoal terkait transparansi dan partisipasi publik. Proyek yang seharusnya mengutamakan tenaga kerja lokal guna memberdayakan ekonomi warga setempat, diduga justru tidak melibatkan penduduk asli Desa Cibiuk Kaler.

Bacaan Lainnya

Warga juga mempertanyakan pemilihan lokasi yang dinilai tidak strategis bagi sektor pertanian setempat:

  • Saluran irigasi dibangun di lokasi yang tidak terhubung langsung dengan area persawahan milik petani.

  • Sumber air yang akan dialirkan pun dinilai tidak jelas.

  • Aliran air justru melewati kebun jagung dan terbuang kembali ke sungai.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi Mata-Peristiwa.id masih berupaya melakukan klasifikasi serta menghubungi pihak ketua P3A Rafi Jaya Tani dan pihak pendamping teknis dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk mendapatkan hak jawab dan konfirmasi resmi mengenai keluhan warga tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *