Angkot Listrik Bandung (Angklung) Siap Beroperasi Penuh 2026: Pemkot Bandung Matangkan Skema Subsidi

BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Program transportasi ramah lingkungan “Angkot Pintar” atau Angkot Listrik Bandung (Angklung) dijadwalkan mulai beroperasi secara penuh di Kota Bandung pada tahun 2026. Meski telah melalui tahap uji coba sejak akhir 2025, implementasi massal saat ini masih dalam tahap penyempurnaan skema operasional dan pembiayaan.

Tantangan Biaya Pengadaan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa secara operasional, kinerja angkot listrik telah memenuhi standar yang diharapkan. Namun, tantangan utama saat ini terletak pada investasi awal kendaraan yang cukup tinggi.

  • Harga pengadaan unit angkot listrik mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan angkot konvensional.

  • Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, serta Kementerian Perhubungan untuk menyusun skema pembiayaan yang berkelanjutan.

  • Sistem operasional nantinya direncanakan berada di bawah pengelolaan koperasi angkutan kota.

Menata Ulang Model Bisnis dan Konsolidasi

Selain masalah biaya, Pemkot Bandung sedang melakukan kajian mendalam terkait konsolidasi atau konvergensi kepemilikan angkot. Farhan mengakui bahwa menyatukan banyak pemilik kendaraan dengan berbagai kepentingan ke dalam satu entitas usaha adalah proses yang kompleks.

“Konvergensi masih terus dihitung. Menyatukan beberapa pemilik angkot menjadi satu entitas usaha bukan perkara mudah. Karena itu kami sedang menyusun model bisnis yang tepat,” ujar Farhan.

Lebih lanjut, keberhasilan transisi menuju angkot listrik ini sangat bergantung pada skema subsidi yang jelas dari pemerintah. “Mesti ada bisnis model yang fix di mana nanti Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi sama-sama memberikan subsidinya. Karena harus disubsidi, tidak mungkin tidak,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Langkah konvergensi dan subsidi ini menjadi kunci agar pengoperasian Angklung dapat berjalan efisien, terjangkau bagi masyarakat, serta memberikan kepastian bagi para pengusaha angkutan kota di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *