BATAM, MATA-PERISTIWA.ID – Jajaran Komando Armada I (Koarmada I)* memperketat pengawasan serta pendampingan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah perbatasan Kepulauan Riau (Kepri). Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan hak energi masyarakat pesisir dan nelayan benar-benar tepat sasaran serta menutup celah bagi praktik penyalahgunaan BBM.
Catatan: Istilah “Kodaeral IV” dalam naskah asli disesuaikan menjadi “Koarmada I” yang merupakan komando operasional terkait wilayah Kepri.
Mengawal Hak Energi Masyarakat Pesisir
Prajurit TNI AL secara aktif turun ke lapangan melalui program pembinaan potensi maritim. Salah satu fokus utamanya adalah memberikan pendampingan intensif bagi Koperasi Penambang Boat Bahtera Sejahtera dalam mengawal distribusi BBM bersubsidi.
Pengawalan ketat ini menjadi krusial. Selain menjamin distribusi yang adil, langkah ini bertujuan meminimalisir risiko penyimpangan yang kerap memicu penghentian kuota subsidi dari pemerintah. Dengan adanya pengawasan ketat, rantai pasok energi bagi nelayan dan transportasi warga di pulau-pulau terpencil dapat terjaga stabilitasnya.
Sinergi Lintas Sektoral
Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi berkelanjutan antara TNI AL dengan sejumlah pemangku kepentingan strategis, yakni:
-
PT Pertamina (Persero): Sebagai penyedia energi utama.
-
Pemerintah Daerah: Melibatkan unsur Kecamatan Belakang Padang.
-
Sektor Swasta: Sinergi dengan SPBU Kabil dalam pengawasan berkala.
Apresiasi dari Masyarakat Pesisir
Lurah Ngenang, Sulaiman, menyambut positif asistensi yang diberikan oleh personel TNI AL. Menurutnya, kehadiran prajurit di pulau terpencil bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi solusi nyata atas dinamika kelangkaan BBM yang sering dialami warga.
“Kehadiran prajurit TNI AL tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah kepulauan,” ungkap Sulaiman dalam rilis resmi Dispen Koarmada I, Sabtu (18/7/2026).
Dampak nyata dari pengawasan ini telah dirasakan langsung oleh pengurus koperasi dan warga. Aktivitas melaut serta transportasi air kini berjalan lebih lancar karena distribusi BBM menjadi jauh lebih tertib, transparan, dan terhindar dari kelangkaan.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di wilayah maritim Indonesia, khususnya di area-area yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, demi mendukung kesejahteraan masyarakat kepulauan. (Angga)





