Hampir Tiga Bulan Sinyal Telkomsel Lumpuh Total di Habornas Toba, Ekonomi Petani dan Pelayanan Publik Terancam

TOBA, MATA-PERISTIWA.ID – Kekecewaan warga di kawasan Habornas (Habinsaran, Borbor, dan Nassau), Kabupaten Toba, Sumatera Utara, sudah berada di puncak titik didih. Selama nyaris tiga bulan terakhir, jaringan telekomunikasi milik operator Telkomsel mengalami gangguan parah hingga “lumpuh total”.

Kondisi terisolasi secara digital ini secara masif melumpuhkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sektor perekonomian, pendidikan, hingga pelayanan publik di kantor-kantor pemerintahan setempat.

Warga merasa dirugikan secara finansial. Kendati hak mereka untuk mendapatkan layanan internet dan komunikasi yang layak diabaikan, kewajiban membeli pulsa dan paket data harian maupun bulanan tetap berjalan tanpa kompensasi.

“Kami ini bayar, bukan minta gratisan! Beli paket data mahal, tapi jangankan internetan, untuk telepon saja susah setengah mati. Sudah tiga bulan kondisi seperti ini dibiarkan. Jangan hanya mengeruk untung tanpa peduli konsumen,” cetus seorang warga Lumban Rau Selatan saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Ekonomi Petani Terganggu, Pelayanan Publik Lumpuh

Dampak paling dirasakan menghantam sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Habornas. Terputusnya akses komunikasi membuat rantai transaksi antara petani dan penampung (toke) terganggu.

Informasi harga pasar tidak dapat diakses, kepastian jadwal jual-beli menjadi tidak menentu, serta koordinasi pengiriman hasil panen kerap berantakan. Para petani kini khawatir mengalami kerugian akibat hasil bumi yang tidak dapat segera dipasarkan.

Di sektor pendidikan, para siswa kesulitan mengakses materi pembelajaran berbasis digital. Sementara di instansi pemerintahan, pelayanan publik serba elektronik ikut terganggu akibat koneksi internet yang senantiasa offline.

“Ini bentuk pembiaran yang merugikan masyarakat. Di era digital saat ini, jaringan yang buruk justru menarik kami kembali seperti ke masa lalu. Kalau terus dibiarkan, masyarakat kecil yang paling dirugikan,” tegas warga lainnya.

Bacaan Lainnya

Marak Dugaan WiFi Tanpa Izin Pemicu Interferensi

Selain masalah teknis pemancar Telkomsel, maraknya dugaan keberadaan jaringan WiFi tak berizin di kawasan Habornas turut disorot warga. Keberadaan jaringan non-reguler ini diduga memicu interferensi frekuensi yang memperparah kualitas sinyal seluler di pemukiman.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Toba, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon), serta aparat penegak hukum untuk turun ke lapangan guna melakukan penertiban secara tegas.

Masyarakat Tuntut Langkah Konkret Telkomsel

Masyarakat Habornas kini mempertanyakan komitmen manajemen Telkomsel dan menuntut pertanggungjawaban konkret, bukan sekadar respons otomatis dari layanan pelanggan.

Warga mendesak jajaran pimpinan dan tim teknis Telkomsel untuk segera meninjau lokasi, mengecek kondisi menara pemancar (Base Transceiver Station/BTS), serta melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Jika pembiaran ini terus berlanjut, masyarakat menyatakan siap menyampaikan aspirasi dan protes secara formal demi mendapatkan hak layanan telekomunikasi yang layak. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *