Stok Petani Menipis, Harga Beras dan Ayam di Pasar Manis Ciamis Mulai Melonjak

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Harga komoditas bahan pokok, khususnya beras dan daging ayam, di Pasar Manis Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan. Per Sabtu (15/8/2026), harga beras kualitas paling rendah kini menembus kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram.

Sebelumnya, beras dengan kualitas serupa masih dapat dibeli konsumen pada kisaran harga Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Manis Ciamis, Azmi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh menipisnya pasokan dari tingkat petani seiring berakhirnya masa panen raya di sejumlah wilayah produsen.

“Pembelian dari petani saat ini cukup sulit karena pasokan stok di tingkat petani sudah mulai habis,” ujar Azmi, Sabtu (15/8/2026).

Azmi menjelaskan, kelangkaan pasokan padi di tingkat petani secara otomatis memicu kenaikan harga gabah kering di pasaran, yang kemudian berdampak langsung pada harga jual beras di tingkat pedagang eceran.

“Ketika harga gabah melonjak tinggi, secara otomatis harga beras yang kami jual ke konsumen juga ikut naik,” jelasnya.

Tak hanya beras, kenaikan harga juga melanda komoditas daging ayam. Harga ayam broiler hidup di tingkat peternak atau kandang tercatat melonjak tajam dalam dua pekan terakhir.

Nani, salah seorang pembeli, mengeluhkan lonjakan harga ayam yang terbilang cepat. Menurutnya, harga ayam hidup di kandang yang sebelumnya Rp25.000 per kilogram kini telah menyentuh angka Rp32.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

“Dua pekan yang lalu saya beli ayam broiler hidup di kandang masih Rp25.000 per kg. Hari ini harganya sudah naik jadi Rp32.000 per kg,” ungkap Nani.

Kondisi kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikhawatirkan dapat meningkatkan beban pengeluaran masyarakat jika pasokan tidak segera stabil di pasaran.

(HD/Mata-Peristiwa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *