HUT ke-81 RI, Ngatiyana Ingatkan Setiap Rupiah Anggaran Harus Kembali untuk Kepentingan Rakyat

CIMAHI, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kota Cimahi menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Rajawali, Minggu (17/8/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang dalam amanatnya mengajak seluruh masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menegaskan bahwa setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan yang harus dijawab bukan lagi “apakah kita merdeka”, melainkan “sudahkah kemerdekaan itu benar-benar dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari”.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pesan Presiden dalam pidato pada 14 Agustus 2026 yang menekankan bahwa pembangunan merupakan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Di bidang kesehatan, Pemkot Cimahi terus memperkuat pelayanan publik dengan membangun Puskesmas Cibeureum yang lebih representatif untuk melayani sekitar 62 ribu warga. Pemkot juga melakukan revitalisasi Puskesmas Melong Tengah serta memperpanjang jam layanan rawat jalan sore di seluruh kecamatan agar masyarakat tidak harus memilih antara bekerja dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sementara di sektor infrastruktur, Pemkot Cimahi telah membangun Bundaran Jati sebagai salah satu upaya mengurai kepadatan lalu lintas. Pemerintah juga terus mengawal pembangunan Underpass Gatot Subroto-Baros bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ngatiyana menegaskan, pembangunan kota tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan semangat gotong royong.

Pada sektor sumber daya manusia dan ekonomi, pendidikan, penanganan anak putus sekolah, penguatan UMKM hingga penciptaan lapangan kerja menjadi perhatian utama pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Kota Cimahi pada 2025 yang mencapai 5,33 persen, menurut Ngatiyana, bukan sekadar angka, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan keluarga.

Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pemkot Cimahi mendorong konsep “Zero to Landfill” melalui pengembangan TPST Santiong yang ditargetkan mampu mengolah hingga 85 ton sampah per hari, sekaligus memperkuat gerakan “Sapu Jagat” untuk mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Bacaan Lainnya

Ngatiyana juga mengingatkan pentingnya efisiensi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Raihan opini WTP ke-13, katanya, bukanlah sebuah piala untuk dibanggakan, melainkan pengingat bahwa setiap rupiah anggaran merupakan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.

 

Di hadapan peserta upacara, Ngatiyana mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari persoalan jalan rusak, sampah, anak putus sekolah, pengangguran hingga pembenahan birokrasi. Karena itu, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan memberikan pelayanan yang semakin baik.

Mengakhiri amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat menjadikan Merah Putih sebagai janji untuk bekerja lebih keras, melayani dengan lebih tulus, serta membangun Cimahi secara lebih mantap. Baginya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata seberapa banyak yang telah dibangun, tetapi seberapa banyak kehidupan masyarakat yang benar-benar berubah menjadi lebih baik dan membuat warga Cimahi semakin “hepi”.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *