Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk Bantu Warga Selesaikan Kesalahpahaman, Kedua Pihak Sepakat Berdamai secara Kekeluargaan

Cileunyi – Perselisihan kecil di tengah masyarakat terkadang dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila tidak segera diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Karena itu, kehadiran aparat di tengah masyarakat dibutuhkan bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk membantu mencari jalan keluar ketika warga menghadapi persoalan.

Hal tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk, Polsek Cileunyi, Polresta Bandung, Aiptu Heri Maryadi, saat membantu menyelesaikan kesalahpahaman antarwarga di Kp. Cijambe RT 06/07, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Rabu (2/9/2026)

Dalam penyelesaian persoalan tersebut, Aiptu Heri Maryadi mengedepankan metode problem solving dengan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dan memberikan ruang bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan persoalan dari sudut pandangnya.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan penyelesaian secara kekeluargaan agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Dalam proses penyelesaian, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menjelaskan duduk persoalan yang terjadi.

Aiptu Heri Maryadi berupaya menjadi penengah dengan mendengarkan keterangan dari masing-masing pihak secara berimbang. Langkah tersebut dilakukan agar persoalan dapat dipahami secara utuh dan tidak diselesaikan berdasarkan asumsi atau emosi sesaat.

Pendekatan secara dialogis menjadi penting karena kesalahpahaman sering kali muncul akibat adanya perbedaan informasi, komunikasi yang kurang baik, atau persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui pembicaraan secara langsung.

Dengan mempertemukan kedua pihak dalam suasana yang lebih tenang, diharapkan masing-masing dapat memahami posisi dan sudut pandang pihak lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan agar setiap persoalan di lingkungan masyarakat sebisa mungkin diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah terlebih dahulu, sepanjang persoalan tersebut memungkinkan untuk diselesaikan dengan cara tersebut.

Setelah melalui proses pembicaraan dan musyawarah, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah positif untuk menjaga hubungan sosial dan situasi kamtibmas di lingkungan Kp. Cijambe tetap aman dan kondusif.

Sebagai bentuk keseriusan terhadap kesepakatan yang telah dibuat, penyelesaian tersebut kemudian diperkuat dengan Surat Pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai.

Dokumen tersebut menjadi bentuk kesepakatan bersama bahwa persoalan yang terjadi telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua pihak sepakat untuk tidak memperpanjang permasalahan.

Penyelesaian seperti ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa setiap persoalan tidak selalu harus berakhir dengan konflik berkepanjangan.

Apa yang dilakukan Aiptu Heri Maryadi menunjukkan salah satu peran penting Bhabinkamtibmas dalam kehidupan masyarakat.

Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan secara preventif, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan persoalan sosial yang dapat berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.

Melalui pendekatan problem solving, polisi berusaha membantu masyarakat menemukan solusi yang dapat diterima bersama.

Kehadiran polisi sebagai penengah juga diharapkan dapat mencegah warga mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperkeruh keadaan.

Dalam situasi seperti ini, kemampuan membangun komunikasi menjadi sangat penting. Aparat dituntut untuk dapat mendengarkan, memahami persoalan, sekaligus mengarahkan pihak-pihak yang berselisih agar dapat mencari solusi secara damai.

Penyelesaian masalah sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

Persoalan yang awalnya sederhana dapat menjadi lebih besar apabila masing-masing pihak memilih mempertahankan emosi dan tidak mau berkomunikasi.

Karena itu, Bhabinkamtibmas terus mendorong masyarakat agar tidak mudah terpancing ketika menghadapi kesalahpahaman.

Jika terjadi persoalan antarwarga, komunikasi secara baik dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi. Apabila diperlukan, masyarakat juga dapat meminta bantuan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari upaya penyelesaian secara musyawarah.

Dengan demikian, potensi konflik dapat ditekan dan hubungan antarwarga tetap terjaga.

Kesepakatan yang dicapai kedua pihak di Kp. Cijambe juga menunjukkan bahwa musyawarah masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Ketika setiap pihak bersedia mendengarkan dan memahami satu sama lain, persoalan yang semula berpotensi menimbulkan konflik dapat dicari jalan keluarnya dengan lebih tenang.

Penyelesaian secara kekeluargaan juga diharapkan dapat menjaga hubungan sosial masyarakat agar tetap harmonis.

Bagi kepolisian, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dengan mengedepankan pendekatan yang humanis.

Aiptu Heri Maryadi juga mengajak masyarakat agar mengedepankan komunikasi ketika menghadapi persoalan di lingkungan.

Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika terjadi kesalahpahaman. Sebaliknya, setiap persoalan sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu untuk mencari titik temu.

Apabila permasalahan membutuhkan bantuan pihak ketiga, Bhabinkamtibmas maupun unsur terkait dapat dilibatkan untuk membantu mencari solusi yang tepat sesuai dengan kondisi persoalan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dari tingkat lingkungan.

Sebab, keamanan bukan hanya mengenai pencegahan tindak kriminal, tetapi juga bagaimana hubungan sosial antarwarga tetap terjaga dan berbagai potensi konflik dapat dicegah sejak awal.

Penyelesaian kesalahpahaman warga melalui metode problem solving menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat memiliki cakupan yang luas.

Polisi tidak hanya hadir untuk melakukan penindakan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun komunikasi, mencegah konflik, dan membantu masyarakat mencari solusi atas persoalan yang terjadi.

Pendekatan yang humanis seperti ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

Ketika masyarakat merasa nyaman untuk menyampaikan persoalan kepada Bhabinkamtibmas, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui lebih awal.

Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai bukan sekadar menyelesaikan satu persoalan, tetapi juga menjaga agar hubungan sosial masyarakat tetap baik dan lingkungan tetap aman serta kondusif.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R., melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif hadir di tengah masyarakat dan mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menangani berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Kapolsek Cileunyi menyampaikan bahwa penyelesaian masalah melalui komunikasi dan musyawarah merupakan salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik. Menurutnya, Bhabinkamtibmas harus mampu menjadi sosok yang dekat dengan masyarakat sehingga warga tidak ragu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi kesalahpahaman. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara baik justru berkembang menjadi konflik. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat membantu masyarakat mencari solusi dan menjaga hubungan antarwarga tetap harmonis,” pungkas Kapolsek Cileunyi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *